- Mahasiswa Sastra UI bernama Kale menghidupkan kembali fungsi wayang sebagai media kritik sosial dan lingkungan dalam Festival Gugur Gunung.
- Instalasi seni wayang di Jakarta Selatan tersebut merepresentasikan konflik antar kelas serta dampak kerusakan lingkungan terhadap masyarakat akar rumput.
- Komunitas Terbit dari Barat bertujuan menggabungkan isu lingkungan dan budaya melalui berbagai media kreatif untuk menyampaikan keresahan sosial masyarakat.
Kale menilai isu ekologis tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyoroti berbagai persoalan mulai dari penggundulan hutan hingga semakin sulitnya akses terhadap sumber daya alam.
"Kalau Kakaknya ngikutin berita kan sekarang udah mulai marak tuh pohon-pohon sawit, penggundulan-penggundulan hutan untuk dijadiin perumahan, dijadiin pabrik dan segala macamnya," katanya.
Menurut dia, persoalan tersebut sudah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
"Hewan-hewan udah mulai punah, air-air udah sulit didapat, bahkan sampai ke meja makan ada orang yang nggak bisa makan karena hutannya udah habis," ujar Kale.
Gagasan menggabungkan budaya dan isu lingkungan juga didorong oleh komunitas Terbit dari Barat yang menjadi penyelenggara kegiatan.
Salah satu penggagasnya, Vania, mengatakan ide tersebut muncul dari keinginan menjembatani dua isu yang selama ini jarang dipertemukan.
"Kita berpikir selain di isu kriminalisasi dan politik, kita bisa gabungin nih ke isu lingkungan hidup. Dan di isu lingkungan hidup pun kan banyak yang jadi korban-korban kriminalisasi," kata Vania.
Ia menilai banyak anak muda tertarik pada isu lingkungan maupun budaya, tetapi belum menemukan ruang yang mampu menghubungkan keduanya.
"Nah hadir lah ide untuk menggabungkan dari budaya wayang dan lingkungan hidup," ujarnya.
Baca Juga: Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?
Ke depan, Terbit dari Barat berencana terus mengembangkan berbagai medium budaya sebagai sarana menyampaikan keresahan sosial, mulai dari musik, zine, board game, hingga kerajinan tangan.
"Kita pengen ada gerakan baru. Kita pengen berbagai hobi temen-temen kita bungkus dalam satu tempat sehingga mereka bisa melakukan hobi sambil secara nggak langsung menceritakan keresahan mereka," kata Vania. (Reporter: Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?
-
Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?
-
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
-
Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap