- Peneliti FTME UPN Yogyakarta memetakan bawah permukaan tanah di Padukuhan Mriyan, Sleman, untuk meneliti penyebab kebakaran misterius.
- Metode geolistrik digunakan untuk mengidentifikasi lapisan batuan, kantong gas, serta jalur rekahan bawah permukaan tanah tersebut.
- Data hasil investigasi akan dianalisis guna menentukan langkah penanganan komprehensif terhadap fenomena kemunculan api yang berpindah-pindah.
Pasalnya, hasil pengukuran menunjukkan kandungan metana yang terdeteksi relatif kecil. Sementara muncul informasi lain mengenai kemungkinan keberadaan gas hidrogen.
"Jadi dari beberapa pengukuran memang selama ini yang kemarin ada indikasi metana begitu ya. Namun pada saat diukur dari ESDM kemarin membawa alat ternyata memang ada metana tapi minor," ungkapnya.
Ardian menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dari pengukuran geolistrik nantinya akan dipadukan dengan hasil investigasi instansi lain. Tim berharap dapat menyusun kesimpulan yang lebih komprehensif.
Hingga kini penelitian masih berlangsung dan belum dapat menghasilkan kesimpulan final. Ardian mengatakan pemetaan bawah permukaan menjadi tahap penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Terutama apabila nantinya ditemukan kantong gas atau jalur migrasi gas di sekitar lokasi kejadian.
"Lebih mencari kantong, mencari sumber gasnya, sumbernya itu ada di mana atau dia tersimpannya di mana. Artinya sumbernya bisa di mana tapi tersimpan di mana kan bisa," tandasnya.
Berita Terkait
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?
-
Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta