-
Iran menegaskan perang dengan AS dan Israel hanya berakhir jika konflik di Lebanon selesai.
-
Menlu Abbas Araghchi menuntut penarikan penuh pasukan Israel dan pengakuan nyata terhadap Hizbullah.
-
Iran berkomitmen memberikan bantuan rekonstruksi total bagi Lebanon setelah situasi dinyatakan aman.
Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa ketegangan bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel tidak akan pernah usai secara sepihak. Konflik regional ini hanya akan dinyatakan selesai apabila stabilitas dan perdamaian di Lebanon telah tercapai sepenuhnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi posisi strategis negaranya yang mengikat penyelesaian konflik regional secara menyeluruh. Ketetapan ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran tidak akan memisahkan isu domestiknya dari geopolitik Lebanon.
"Kami memegang posisi yang sama mengenai gencatan senjata, dan posisi yang sama mengenai pengakhiran perang," ujar Araghchi dalam wawancara dengan media Arab Al Mayadeen yang disiarkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
Sikap tegas tersebut mengindikasikan kelanjutan perang "ketika perang itu juga berakhir di Lebanon." Persyaratan mutlak ini diprediksi akan mempersulit diplomasi dan proses negosiasi damai yang tengah diupayakan oleh Amerika Serikat.
Penarikan mundur seluruh pasukan militer Israel dari wilayah Lebanon menjadi harga mati yang diajukan oleh Teheran. Sejak awal Maret, militer Israel terus menggempur wilayah Lebanon guna melumpuhkan kelompok Hizbullah yang disokong oleh Iran.
Meskipun Israel dan Lebanon sempat menyepakati gencatan senjata dengan syarat pengosongan personel Hizbullah di selatan, Iran melihat solusi internal harus meluas. Dialog nasional yang inklusif dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan krisis domestik Lebanon.
Araghchi menekankan bahwa eksistensi kelompok perlawanan di Lebanon tidak dapat dihapuskan begitu saja oleh kekuatan luar. Upaya penumpasan dan pembunuhan para pemimpin kelompok tersebut diklaim justru membuat organisasi mereka semakin solid.
"Dunia harus mengakui bahwa Hizbullah adalah bagian dari realitas Lebanon," tegas Araghchi dalam pernyataan resminya.
Apabila perang telah resmi berakhir dan kedaulatan Lebanon pulih, Iran berkomitmen untuk mengambil peran besar. Teheran berjanji akan mengucurkan bantuan penuh untuk membangun kembali fasilitas dan infrastruktur yang hancur.
Baca Juga: 3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
"Kami berharap upaya rekonstruksi akan dimulai setelah perang berakhir. Tentu saja, rakyat dan pemerintah Iran tidak akan pernah melupakan teman-teman mereka di Lebanon… kami pasti akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu rakyat Lebanon," tambah Araghchi.
Ketegangan di perbatasan utara Israel terus membara akibat pandangan keamanan yang bertolak belakang antara pihak-pihak yang bertikai. Tel Aviv secara konsisten mengategorikan Hizbullah sebagai organisasi teroris yang menjadi ancaman nyata bagi keamanan warga mereka.
Sejumlah analis internasional memprediksi bahwa Israel tidak akan menghentikan operasi militernya dalam waktu dekat. Fokus utama Tel Aviv tetap pada pelucutan senjata total Hizbullah demi mengamankan wilayah perbatasan mereka secara permanen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek