- Sebanyak 113 kejadian kebakaran misterius melanda rumah Mutfiana di Sleman, DIY, selama 17 hari berturut-turut hingga kini.
- Fenomena kebakaran tersebut dilaporkan mulai merembet ke dua rumah warga di sekitar lokasi kejadian di Padukuhan Mriyan.
- BPBD Sleman memasang kamera CCTV untuk membantu tim peneliti mengungkap penyebab kebakaran dan memantau keamanan di area tersebut.
Suara.com - Teror kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, hingga kini masih terus terjadi.
Memasuki hari ke-17, pemilik rumah, Mutfiana, mencatat sudah terjadi 113 kali kemunculan api di berbagai titik rumah maupun area sekitar.
"113 (kali kebakaran) di hari ke-17. Terakhir tadi malam," kata Fia sapaan akrabnya ditemui, Senin (8/6/2026).
Kebakaran yang masih terjadi hingga Minggu malam kemarin itu muncul pada sebuah lemari di dalam rumah.
Diakui Fia, intensitas kebakaran mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi itu kemungkinan dipengaruhi banyaknya orang yang datang ke lokasi sehingga memengaruhi kadar oksigen di area rumah.
Kendari demikian fenomena kebakaran itu kini disebut mulai merembet ke rumah warga lain di sekitar lokasi.
Fia mengatakan dua rumah di sebelah utara rumahnya mengalami kejadian serupa dalam beberapa hari terakhir.
"Dua rumah ke utara itu sudah terkena. Ciri-cirinya sama, kebakar dulu, kecium, baru tahu kalau itu kebakar," tandasnya.
Baca Juga: Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman
Saat ini keluarga Fia pun masih berjaga setiap malam untuk mengantisipasi kemunculan api secara mendadak.
Di tengah penyelidikan yang terus dilakukan sejumlah kampus dan lembaga riset, Fia berharap semakin banyak peneliti yang datang dapat mempercepat pengungkapan penyebab fenomena tersebut.
Terbaru, tim peneliti UGM membawa alat georadar atau geoscan untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah di sekitar rumah.
"Semoga segera selesai, segera bertemu titik masalahnya seperti apa," ujarnya.
Pasalnya akibat kejadian yang berlangsung lebih dari dua pekan itu, aktivitas ekonomi keluarga praktis lumpuh.
Sebagian besar barang di rumah telah dipindahkan keluar demi mengurangi risiko kebakaran lanjutan.
Berita Terkait
-
Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman
-
Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?
-
KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai
-
Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink