- Sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan mengamankan pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion GBK, Selasa (9/6/2026).
- Aparat menjaga ketertiban area stadion serta melarang penonton membawa barang terlarang seperti flare, petasan, dan senjata tajam.
- Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas situasional di sekitar kawasan Senayan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama berlangsungnya pertandingan.
Suara.com - Sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.
Ribuan aparat disiagakan untuk memastikan laga yang dijadwalkan kick off pukul 20.00 WIB itu berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan personel yang diterjunkan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta unsur terkait lainnya.
Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion, area tribun, hingga kawasan sekitar Senayan.
"Sebanyak 1.200 personel gabungan melayani dan mengamankan pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia vs Mozambik di GBK. Yang akan dimulai kick off pada pukul 20.00 WIB,” kata Reynold dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Polisi juga mengingatkan para suporter agar tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam stadion, seperti petasan, flare, senjata tajam, maupun minuman beralkohol.
"Kami akan menjaga keamanan dan melayani para suporter yang menonton di GBK, agar semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pertandingan," tegasnya.
Reynold berharap euforia pertandingan tidak berubah menjadi aksi yang merugikan. Ia meminta para pendukung Timnas tetap menjaga sikap dan tidak melakukan tindakan anarkistis.
"Kami berharap para suporter tetap santun dan tidak sampai terjadi anarkisme atau pengrusakan fasilitas umum," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison
Selain pengamanan di dalam stadion, polisi juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan GBK untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menjelang dan setelah pertandingan.
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Senayan diimbau mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Reynold menegaskan petugas tidak akan mentoleransi penonton yang nekat membawa flare, petasan, maupun kembang api ke dalam stadion.
"Tidak ada yang membawa senjata api dalam pengamanan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi