News / Internasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Kecerdasan Buatan Mulai Gantikan Instruktur, Pelatihan Korporasi Global Masuki Era Baru
  • Disrupsi AI di Dunia Kerja: Perusahaan Kini Tinggalkan Pelatih Ekspatriat demi Teknologi Cerdas
  • Bukan Lagi Chatbot, AI Kini Ambil Alih Pelatihan Karyawan di Perusahaan Multinasional

Suara.com - Revolusi teknologi saat ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) tidak lagi sekadar melayani keluhan pelanggan, melainkan mulai mendominasi secara masif sistem pelatihan korporasi di perusahaan multinasional.

Berdasarkan temuan World Economic Forum melalui Future of Jobs Report, disrupsi ini memaksa berbagai sektor industri global untuk segera beradaptasi demi mengatasi kesenjangan keterampilan di era digital.

Tren masa depan dunia kerja ini menyoroti pergeseran dramatis, di mana teknologi edukasi berbasis pembelajaran mesin berhasil memangkas biaya besar yang biasanya dihabiskan untuk mendatangkan pelatih ekspatriat.

Sebagai studi kasus yang relevan di negara berkembang, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mengambil langkah berani untuk melompati kesenjangan bahasa demi bersaing di pasar global.

Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan ELSA Business, sebuah platform teknologi pendidikan yang diakui secara internasional dalam penerapan kecerdasan buatan dan teknologi pengenalan suara.

Mengubah Paradigma Pengembangan Talenta

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]

Kolaborasi kedua entitas ini bertujuan membekali ribuan karyawan dengan kemampuan bahasa Inggris yang esensial guna merespons kompleksitas interaksi bisnis saat ini.

Tuntutan industri modern mengharuskan para pemimpin regional tidak hanya piawai mencetak laba domestik, tetapi juga mahir bernegosiasi dalam forum lintas negara.

Sayangnya, sering kali ditemukan jurang pemisah yang lebar antara keahlian teknis para profesional dengan kepercayaan diri mereka saat harus berpresentasi di hadapan mitra internasional.

Baca Juga: Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Model pembelajaran e-learning konvensional pun terbukti mulai usang karena tingkat partisipasi peserta cenderung merosot drastis hanya dalam hitungan minggu akibat padatnya rutinitas kerja.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, program ini mengusung pendekatan Urgency by Design yang menggabungkan skenario nyata dunia bisnis dengan pemantauan progres secara langsung.

Skalabilitas Melalui Kecerdasan Generatif

Implementasi program ini resmi bergulir pada pertengahan 2026 dengan target seribu pekerja di berbagai lokasi operasional Bank Danamon.

"Di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin terhubung secara global, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting bagi talenta perusahaan," ujar Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, Evi Damayanti.

Evi menambahkan, "Melalui kerja sama dengan ELSA Business, kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan komunikasi profesional dapat diukur dampaknya secara konkret, mulai dari peningkatan kepercayaan diri hingga kesiapan berkomunikasi di forum bisnis global."

Load More