News / Internasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:33 WIB
Iran mengklaim menyerang 18 target militer AS dan menutup Selat Hormuz setelah serangan terbaru Washington. Ketegangan Timur Tengah kian memanas. [Tasnim News]
Baca 10 detik
  • Pasukan Garda Revolusi Iran menyerang 18 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai aksi balasan.
  • Otoritas militer Iran secara resmi menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dan seluruh kapal komersial internasional.
  • Penutupan jalur distribusi energi global tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasar energi dan keamanan regional dunia.

Dalam pernyataan terpisah, Angkatan Laut IRGC menegaskan seluruh kapal tanker minyak dan kapal komersial yang berada di Teluk Persia maupun Laut Oman diminta tetap berada di area jangkar masing-masing.

Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz akan tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakamanan di kawasan.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sejumlah analis memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.

Konflik terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran yang dalam beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan terhadap target militer masing-masing.

Load More