- Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyalurkan bantuan alat sekolah kepada anak yatim dan masyarakat membutuhkan di Gedung DPR RI.
- Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) ini merupakan bentuk kepedulian sosial jurnalis di tengah kesibukan meliput parlemen.
- Anggota Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, mengapresiasi aksi berkelanjutan KWP sebagai langkah nyata untuk mendukung pendidikan masyarakat.
Suara.com - Di balik kesibukan mengejar narasumber dan menyusun narasi politik, para jurnalis yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) kembali menunjukkan sisi humanisnya.
Melalui inisiatif bertajuk 'KWP Berbagi, KWP Peduli Pendidikan', organisasi yang menjadi wadah para kuli tinta di lingkungan Senayan ini melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan berupa alat-alat sekolah kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud kepedulian sosial yang konsisten di tengah dinamika politik tanah air.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026) tersebut, mendapatkan sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan kekagumannya terhadap dedikasi para jurnalis.
Menurutnya, KWP telah berhasil membuktikan bahwa peran pers tidak hanya sebatas fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial melalui program-program yang menyentuh langsung akar rumput.
"Saya mengapresiasi Koordinatoriat Wartawan Parlemen, teman-teman wartawan yang selama ini berada dan meliput di DPR RI, yang aktivitas sosialnya selalu ada. Hari ini memberikan bantuan alat-alat sekolah kepada anak yatim dan yang membutuhkan. Menurut saya ini adalah kegiatan yang positif," ujar Herman Khaeron saat memberikan sambutan di sela-sela acara KWP Berbagi di Gedung DPR RI, Jakarta.
Kepedulian di Tengah Kesibukan Jurnalistik
Herman menilai, kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh KWP adalah sesuatu yang patut dicontoh.
Baca Juga: MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat
Di tengah jadwal meliput rapat-rapat penting dan pengambilan keputusan krusial di parlemen, para jurnalis masih sempat memikirkan kondisi masyarakat di sekitarnya, terutama mereka yang kurang beruntung.
Kehadiran organisasi jurnalis ini dalam menyalurkan bantuan menjadi bukti nyata bahwa pers di parlemen memiliki empati yang kuat.
"Tentu ada yang membutuhkan, dan KWP hadir dan memberikan bantuan. Bukan kali ini saja saya cermati. Ada banyak kegiatan," kata legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Pernyataan Herman tersebut merujuk pada rekam jejak KWP yang memang dikenal aktif dalam berbagai agenda sosial.
Baginya, apa yang dilakukan oleh para wartawan ini melampaui tugas profesional mereka. Pendidikan, sebagai fondasi masa depan bangsa, menjadi sektor yang sangat tepat untuk mendapatkan perhatian, mengingat biaya perlengkapan sekolah yang sering kali menjadi beban bagi keluarga tidak mampu.
Tradisi Sosial yang Berkelanjutan
Berita Terkait
-
MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat
-
GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan
-
KPK Bongkar Modus Fraud di Pasar Modal: dari Manipulasi Saham hingga Penyalahgunaan Dana Nasabah
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot