- Pakar UGM Agustinus Subarsono menilai pemerintah pusat perlu memperkuat komitmen politik dalam membenahi kelembagaan Program Makan Bergizi Gratis.
- Badan Gizi Nasional didorong melakukan desentralisasi program kepada pemerintah kabupaten atau kota guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan di lapangan.
- Pembentukan Dewan Pengawas dan pelibatan masyarakat sipil diperlukan untuk menjamin transparansi serta kualitas menu dalam program tersebut.
Meski begitu, ia menilai kepala daerah tetap bisa menjalankan program tersebut melalui desain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
"Ketika DAK MBG ini turun ke daerah, maka program MBG ini bisa dieksekusi oleh Kepala Daerah dengan mendesain SPPG Baru, dengan pilihan UMKM atau Kantin Sekolah atau transfer cash ke rekening ortu murid," paparnya.
"Ada kemungkinan pilihan model SPPG baru tiap daerah berbeda dan justru menjadi arena memperkaya praktik program MBG," imbuhnya.
Ia menambahkan, model desentralisasi program MBG berpotensi pula menghidupkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM dan kantin sekolah.
Namun, Subarsono mengingatkan proses seleksi mitra, baik kantin maupun UMKM pelaksana, harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan
Berita Terkait
-
Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian
-
Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN
-
Ironi Efisiensi: APBN Dipakai Self Reward, Rakyat Dipaksa Self Control
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti