News / Internasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi parasit. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 145 orang di Amerika Serikat terinfeksi parasit Cyclospora cayetanensis sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026.
  • Kasus infeksi tersebar di 20 negara bagian dengan New York sebagai wilayah penyumbang jumlah kasus terbanyak.
  • Para ahli menduga penularan terjadi melalui konsumsi makanan domestik terkontaminasi meski sumber pastinya masih dalam penyelidikan.

Suara.com - Wabah parasit misterius tengah mengkhawatirkan Amerika Serikat.

Sebanyak 145 orang dari 20 negara bagian dilaporkan terinfeksi Cyclosporiasis yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis, dengan 20 pasien harus dirawat di rumah sakit.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat kasus terjadi antara Mei hingga pertengahan Juni 2026.

Meski belum ada korban jiwa, otoritas kesehatan menyebut jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena masih ada kasus yang belum terdiagnosis.

Negara bagian New York menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

Infeksi juga ditemukan di sejumlah wilayah lain seperti New Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania.

ilustrasi diare saat haid (freepik.com)

Yang mengejutkan, tidak satu pun pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Hal ini membuat para ahli menduga sumber penularan berasal dari makanan yang terkontaminasi di dalam negeri, meski sumber pastinya masih belum diketahui.

“Otoritas kesehatan lokal, negara bagian, dan federal sedang menyelidiki beberapa klaster kasus di lebih dari satu negara bagian. Investigasi untuk mengidentifikasi sumber masih berlangsung,” demikian pernyataan CDC seperti dinukil dari NY Post.

Baca Juga: Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Infeksi ini umumnya menyebabkan gejala pencernaan serius.

Penderita mengalami diare cair hebat, kram perut, mual, muntah, hingga kelelahan, yang biasanya muncul sekitar satu minggu setelah terpapar.

Dalam beberapa kasus, gejala bisa berlangsung hingga lebih dari sebulan jika tidak ditangani.

Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.

Pengobatan dilakukan dengan antibiotik seperti Trimethoprim-sulfamethoxazole.

Tanpa terapi, infeksi memang bisa sembuh sendiri, tetapi gejalanya cenderung lebih lama dan berat.

CDC juga mengingatkan pentingnya keamanan pangan.

Produk segar seperti ketumbar, raspberry, kacang polong, selada, hingga basil impor pernah dikaitkan dengan wabah serupa di masa lalu.

Load More