- Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada Polda Riau pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).
- Penghargaan tersebut diberikan di Lapangan Satlat Brimob, Bogor, kepada satuan Polri yang dinilai berprestasi dan memberikan manfaat nyata.
- Polda Riau berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan publik bagi seluruh masyarakat.
Suara.com - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan kerja di lingkungan Polri yang menerima tanda kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk apresiasi negara kepada satuan kerja Polri yang dinilai berjasa, berprestasi, dan memberikan manfaat nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.
Penganugerahan Nugraha Sakanti didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 37/TK/2026, Keputusan Presiden Nomor 38/TK/2026, serta Keputusan Presiden Nomor 55/Polri Tahun 2026 yang dibacakan oleh Sesmilpres Mayjen Wahyu Yudhayana.
Selain Polda Riau, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Divisi Hukum Polri, Pusat Keuangan Polri, Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, Polda Sumatera Utara, Polda Lampung, Polda Kalimantan Tengah, dan Polda Nusa Tenggara Barat.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan penghargaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah yang dipersembahkan untuk seluruh personel Polda Riau beserta jajaran dan masyarakat Riau yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berbagai program pembangunan.
“Alhamdulillah, penghargaan Nugraha Sakanti ini merupakan kehormatan bagi seluruh keluarga besar Polda Riau. Penghargaan ini bukan milik seorang Kapolda, tetapi buah dari kerja keras, dedikasi, dan pengabdian seluruh personel serta dukungan masyarakat yang terus bersinergi bersama kami menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Riau,” ujar Kapolda.
Dalam amanatnya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tengah menjalani transformasi besar di berbagai bidang.
Menurut Presiden, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas, tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan, dan tidak mungkin negara menjadi kuat tanpa aparat yang dipercaya rakyat.
Presiden juga memberikan apresiasi kepada Polri atas kontribusinya dalam mendukung berbagai program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, hingga penanganan bencana.
Baca Juga: Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
Di hadapan seluruh jajaran Polri, Presiden berpesan agar setiap anggota Polri terus menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi integritas, serta senantiasa setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Menanggapi amanat tersebut, Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa penghargaan yang diterima Polda Riau harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, bukan sebagai tujuan akhir.
“Arahan Bapak Presiden menjadi pengingat bagi kami bahwa kepercayaan masyarakat adalah kehormatan tertinggi yang harus terus dijaga. Karena itu, penghargaan ini kami jadikan motivasi untuk terus menghadirkan Polri yang profesional, humanis, berintegritas, dan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” kata lulusan Akpol 1996 ini.
Menurutnya, berbagai inovasi dan program yang selama ini dijalankan Polda Riau akan terus diperkuat sebagai bagian dari implementasi kebijakan Presiden dan transformasi Polri yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Irjen Herry menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, mendukung program ketahanan pangan nasional, memperluas kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, serta mengimplementasikan Green Policing sebagai ikhtiar menjaga keamanan yang selaras dengan kelestarian lingkungan.
"Itulah cara kami menerjemahkan amanah Presiden dalam pengabdian sehari-hari,” katanya.
Kapolda menambahkan, penghargaan Nugraha Sakanti menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polda Riau untuk terus bekerja lebih baik, menjaga kepercayaan publik, dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
“Semoga penghargaan ini menjadi energi baru bagi seluruh personel Polda Riau untuk terus bekerja dengan tulus, rendah hati, dan penuh integritas. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat serta memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya keamanan yang menjadi fondasi Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tambah Irjen Herry.
Berita Terkait
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Perayaan HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN
-
Dapat Kado Keranda Mayat dari BEM UI, Kapolri Akui Polri Belum Sempurna dan Butuh Kritik
-
Kepalanya Busuk, Bawahnya Pasti Busuk! BEM UI Meradang Usai Aksi Bawa Keranda Dihadang
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021
-
Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M
-
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta