News / Metropolitan
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi penyekapan karyawan padel. (UNSPLASH)
Baca 10 detik
  • Seorang karyawan berinisial AL diduga disekap dan dianiaya rekan kerjanya di lokasi padel Jakarta Selatan pada Juni 2026.
  • Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan empat tersangka atas dugaan tindak pidana penyekapan serta penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban.
  • Polisi juga tengah menyelidiki laporan balik terkait dugaan pencurian 10 raket dan sepatu yang dituduhkan kepada korban AL.

Suara.com - Seorang karyawan lapangan padel berinisial AL di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah rekan kerjanya.

Penyekapan itu diduga terjadi usai AL dituduh mencuri 10 raket padel dan sepasang sepatu milik tempatnya bekerja.

Peristiwa bermula pada Minggu (21/6/2026), saat AL dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Pesanggrahan.

Kuasa hukum korban, Nugraha Budi, menuturkan AL diminta kembali ke tempat kerja oleh seorang rekannya di tengah perjalanan pulang.

"Menurut cerita dari orangtuanya, termasuk korban, jadi pada tanggal 21 Juni 2026, korban ini pulang dengan motor tapi nggak sampai rumah, diminta kembali ke tempat padel sama temannya," ucap Nugraha, dikutip Minggu (28/6/2026).

Tak lama berselang, sejumlah rekan kerja AL mendatangi rumah korban dan meminta ganti rugi sebesar Rp50 juta atas dugaan pencurian tersebut.

Pihak keluarga mengaku hanya mampu mencicil Rp1 juta per bulan, namun permintaan itu ditolak.

"Karena ibunya orang kurang mampu, dia hanya menyanggupi hanya Rp 1 juta untuk dicicil setiap bulannya. Tetapi pihak Pedal Padel itu tidak bersedia, tetap meminta dibayarkan secara lunas Rp 50 juta," tutur Nugraha.

AL mengaku sempat menyanggupi mengganti kerugian, tetapi ia justru dibawa dan disekap.

Baca Juga: Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

"Sudah, dari pihak keluarga juga sudah mau menggantinya Rp 1 juta satu bulan. Namun ditolak, akhirnya saya dibawa ke sana, disekap begitu," ujarnya.

Selama disekap, AL mengaku dikeroyok oleh sekitar 20 hingga 30 orang.

"Saya disekap, tangan saya diikat, nah pas hari pertama itu saya dipukuli. Sekitar 20 orang, 30 orang. Kaki saya pun sakit juga karena ada yang nendang. Mata saya lebam, bibir saya sobek, gigi saya patah," kisahnya.

Ia juga dikurung di sebuah gudang dengan kedua tangan terikat sebelum dipindahkan ke lift barang pada malam hari.

"Selesai dipukuli, saya dimasukin ke gudang, dikunci, dengan tangan terikat, dengan kondisi luka yang nggak diobati juga, dan ditinggal begitu saja. Nah, kalau malam dipindahkan ke dalam lift barang. Pintunya pun dikunci juga, tangannya diikat juga," tambah AL.

Korban sempat melarikan diri dan pulang ke rumah, namun kembali lagi ke tempat kerjanya karena sepeda motor, kartu identitas, dan telepon genggamnya masih ditahan.

Load More