News / Nasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:08 WIB
Dirjen Bea Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Bea Cukai dan BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga kanabinoid asal jaringan internasional.
  • Aparat menggunakan strategi pengiriman terkontrol dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga penyergapan di sebuah gudang wilayah Gresik.
  • Sindikat internasional tersebut menyelundupkan narkoba melalui jalur impor resmi dengan menggunakan dokumen kepabeanan yang tampak sah.

"Bila kami tangkap di pelabuhan, tentu kami tak akan mendapat informasi tentang jaringan di belakangnya," kata Djaka.

Langkah ini terbukti ampuh. Pengawasan yang melibatkan personel gabungan selama berhari-hari, akhirnya membuahkan hasil saat kontainer-kontainer tersebut tiba di sebuah area pergudangan di Gresik.

Pada lokasi inilah, aparat langsung bergerak melakukan penggerebekan dan mengamankan barang bukti serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses bongkar muat.

Modus Operandi Baru: Menyamar di Jalur Resmi

Pihak BNN mencatat, kasus ini menonjolkan modus operandi yang semakin canggih. Para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan menggunakan dokumen kepabeanan yang tampak sah dan menggunakan jalur impor resmi.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kecurigaan petugas di lapangan, yang biasanya lebih fokus pada barang-barang ilegal di jalur tikus atau jalur tidak resmi.

Penggunaan kuncup bunga kanabinoid dalam jumlah tonase besar juga mengindikasikan adanya permintaan pasar yang cukup signifikan, atau upaya stok besar-besaran oleh jaringan internasional.

Lokasi tujuan akhir di Gresik, yang merupakan kawasan industri dan logistik strategis, dipilih oleh sindikat untuk menyamarkan aktivitas mereka di tengah hiruk-pikuk distribusi barang komersial lainnya.

Djaka menegaskan, keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi lintas instansi yang solid. Sinergi antara Bea Cukai dan BNN terbukti mampu mematahkan strategi sindikat yang melibatkan empat negara sekaligus, yakni Malaysia, Tiongkok, Thailand, dan Indonesia sebagai pasar tujuan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,03 Miliar Dolar AS hingga Mei 2026

Komitmen Melindungi Generasi Muda

Djaka memberikan peringatan keras kepada jaringan narkotika internasional, bahwa pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia, baik pelabuhan laut maupun bandara, akan terus diperketat dengan teknologi terbaru dan penguatan intelijen.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan arus barang impor.

"Saya mengimbau masyarakat tetap berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran barang-barang terlarang, terutama narkotika yang menjadi musuh bersama dunia," ujar Djaka.

Load More