- Bea Cukai dan BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga kanabinoid asal jaringan internasional.
- Aparat menggunakan strategi pengiriman terkontrol dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga penyergapan di sebuah gudang wilayah Gresik.
- Sindikat internasional tersebut menyelundupkan narkoba melalui jalur impor resmi dengan menggunakan dokumen kepabeanan yang tampak sah.
"Bila kami tangkap di pelabuhan, tentu kami tak akan mendapat informasi tentang jaringan di belakangnya," kata Djaka.
Langkah ini terbukti ampuh. Pengawasan yang melibatkan personel gabungan selama berhari-hari, akhirnya membuahkan hasil saat kontainer-kontainer tersebut tiba di sebuah area pergudangan di Gresik.
Pada lokasi inilah, aparat langsung bergerak melakukan penggerebekan dan mengamankan barang bukti serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses bongkar muat.
Modus Operandi Baru: Menyamar di Jalur Resmi
Pihak BNN mencatat, kasus ini menonjolkan modus operandi yang semakin canggih. Para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan menggunakan dokumen kepabeanan yang tampak sah dan menggunakan jalur impor resmi.
Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kecurigaan petugas di lapangan, yang biasanya lebih fokus pada barang-barang ilegal di jalur tikus atau jalur tidak resmi.
Penggunaan kuncup bunga kanabinoid dalam jumlah tonase besar juga mengindikasikan adanya permintaan pasar yang cukup signifikan, atau upaya stok besar-besaran oleh jaringan internasional.
Lokasi tujuan akhir di Gresik, yang merupakan kawasan industri dan logistik strategis, dipilih oleh sindikat untuk menyamarkan aktivitas mereka di tengah hiruk-pikuk distribusi barang komersial lainnya.
Djaka menegaskan, keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi lintas instansi yang solid. Sinergi antara Bea Cukai dan BNN terbukti mampu mematahkan strategi sindikat yang melibatkan empat negara sekaligus, yakni Malaysia, Tiongkok, Thailand, dan Indonesia sebagai pasar tujuan.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,03 Miliar Dolar AS hingga Mei 2026
Komitmen Melindungi Generasi Muda
Djaka memberikan peringatan keras kepada jaringan narkotika internasional, bahwa pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia, baik pelabuhan laut maupun bandara, akan terus diperketat dengan teknologi terbaru dan penguatan intelijen.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan arus barang impor.
"Saya mengimbau masyarakat tetap berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran barang-barang terlarang, terutama narkotika yang menjadi musuh bersama dunia," ujar Djaka.
Tag
Berita Terkait
-
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,03 Miliar Dolar AS hingga Mei 2026
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi