News / Nasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik.[Unsplash/Claudio Schwarz]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat selama dua hari terakhir menyebabkan kerugian ekonomi bagi para pelaku usaha.
  • DPRD Kota Singkawang meminta PT PLN meningkatkan transparansi informasi terkait penyebab dan penanganan gangguan kelistrikan di wilayah tersebut.
  • PT PLN menyatakan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pembangkit listrik, bukan disebabkan oleh krisis pasokan energi primer.

Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menegaskan pemadaman bergilir bukan disebabkan krisis batu bara ataupun kekurangan pasokan energi primer.

"Adanya padam di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat," kata Mukhlis.

Ia menjelaskan pemadaman dilakukan setelah terjadi gangguan operasional pembangkit sehingga suplai listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum optimal.

"Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik belum optimal," ujarnya.

Mukhlis juga memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan batu bara.

"Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman," tegasnya.

Load More