- DTKJ mengusulkan kenaikan tarif TransJakarta menjadi Rp5.000 dan TransJabodetabek menjadi Rp10.000 untuk dibahas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
- Anggota DPRD DKI M. Taufik Zoelkifli meminta perhatian khusus bagi pekerja informal yang terdampak langsung oleh kenaikan harga tiket tersebut.
- Pemerintah didorong menyiapkan skema tarif khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak rutin menggunakan layanan transportasi umum TransJakarta.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli meminta usulan kenaikan tarif TransJakarta menjadi Rp5.000 tidak mengabaikan pekerja informal. Sebab, kelompok tersebut berpotensi paling terdampak karena tidak menggunakan transportasi umum secara rutin.
Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif TransJakarta naik dari Rp3.500 menjadi Rp5.000. Sementara tarif layanan TransJabodetabek diusulkan menjadi Rp10.000.
Taufik menilai usulan tersebut patut diapresiasi karena disertai kajian. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan itu pada hakikatnya merupakan kenaikan tarif, bukan sekadar penyederhanaan.
"Perlu dicermati juga, bahwa ini bukan penyederhanaan, melainkan memang kenaikan tarif. Dari Rp3.500 menjadi Rp5.000," kata Taufik kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kenaikan tarif akan cukup terasa bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan TransJakarta untuk bekerja.
"Misalnya orang naik 25 hari kerja, pulang-pergi berarti Rp5.000 dikali dua, jadi Rp10.000 per hari. Dalam sebulan sekitar Rp250.000," ujarnya.
Di sisi lain, Taufik mendukung rencana penerapan paket langganan Rp200.000 per bulan karena dinilai lebih ekonomis dibanding membeli tiket harian.
Meski demikian, ia mengingatkan masih ada kelompok masyarakat yang belum tersentuh skema tersebut, yakni pekerja informal yang tidak bepergian setiap hari dan bukan penerima fasilitas tarif gratis.
"Mungkin perlu ada kajian lagi, bagaimana dengan pekerja informal yang tidak rutin menggunakan TransJakarta dan juga tidak masuk kelompok penerima kartu gratis. Apakah ada diskon lain atau seperti apa," tuturnya.
Baca Juga: Tragis! Tak Sempat Lari, Kakek 81 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Palmerah
Menurut Taufik, pemerintah perlu menyiapkan skema khusus agar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak bisa berlangganan tetap mendapat keringanan tarif.
Ia menegaskan usulan DTKJ belum menjadi keputusan final. Besaran tarif baru TransJakarta masih akan dibahas dalam rapat kerja antara Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, dan PT TransJakarta.
"DTKJ itu bukan pengambil keputusan. Istilahnya hanya memberikan masukan atau kajian. Yang memutuskan tetap rapat kerja antara Komisi DPRD dengan Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Transjakarta," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif