"Jangan kotori program mulia Presiden ini dengan korupsi dan praktik-praktik penyimpangan. Integritas adalah syarat, bukan pelengkap," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo. Menurutnya, sekolah itu menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kami tidak bisa menahan air mata bahwa mereka adalah anak-anak yang tulus dan baik, harus mendapatkan pelayanan yang sama. Itu semua adalah anak-anak calon generasi penerus bangsa," kata Ambar.
Ia menilai pendirian Sekolah Rakyat di Kulon Progo sangat tepat karena daerah itu masih menjadi salah satu wilayah termiskin di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Maka dengan kehadiran Sekolah Rakyat ini mudah-mudahan bisa memotong mata rantai kemiskinan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua tunggal calon siswa, Retno Mariani (26), yang sehari-hari memenuhi kebutuhan hidup dengan mengumpulkan rosok. Di hadapan Gus Ipul, Retno berharap putranya, Endra (12), yang putus sekolah dan belum bisa membaca, dapat memiliki masa depan lebih baik setelah bergabung di Sekolah Rakyat.
"Anak saya tidak bisa sekolah kalau tidak ada Sekolah Rakyat. Semoga nanti menjadi anak yang sukses dan bisa membanggakan orang tua," kata Retno berkaca-kaca.
Sebelumnya, semangat dan antusiasme siswa mewarnai jalannya acara sejak awal. Kedatangan Gus Ipul dan jajaran disambut meriah dengan yel-yel penuh semangat yang diteriakkan para siswa.
Penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman sukses mencuri perhatian para tamu undangan melalui atraksi baris variasi yang dipimpin Komandan Peleton Lambang Damar Panggalih. Dengan gerakan yang tegas, kompak, dan penuh percaya diri, penampilan para siswa berlangsung memukau. Pada kesempatan itu, komandan peleton juga melaporkan langsung kepada Gus Ipul terkait kesiapan dimulainya acara. Atraksi itu pun disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Baca Juga: Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
Suasana semakin semarak saat para siswa menampilkan atraksi silat dan karate yang menunjukkan disiplin, kekompakan, dan ketangkasan.
Kemampuan siswa juga ditunjukkan melalui pidato dalam tiga bahasa asing. Nur Faqikh dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas membawakan pidato berbahasa Arab dengan fasih. Diosy Lovina Siva dari SRMA 19 Bantul tampil percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, Azqia Tutut Nurjayanti dari SRMP 13 Banyumas memukau hadirin lewat pidato berbahasa Jepang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan paduan suara siswa yang mengenakan seragam batik khas Sekolah Rakyat. Mereka membawakan lagu "Koyo Jogja Istimewa" dengan penuh semangat, sebelum suasana berubah haru saat lagu bertema ayah dan ibu dinyanyikan. Sejumlah tamu undangan tampak menyeka air mata.
Kehangatan acara semakin terasa ketika Mifta Jana Devi membacakan puisi tentang harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Yogyakarta untuk terus belajar dan berani bermimpi melalui Sekolah Rakyat. Penampilan penuh penghayatan itu mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari seluruh tamu undangan.
Hadir dalam acara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, para pejabat tinggi pratama dan madya Kementerian Sosial, Forkopimda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo, serta ratusan orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat. ***
Berita Terkait
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif