- Walhi Kalsel melaporkan PT MMI atas dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang di Desa Rantau Bakula, Kabupaten Banjar.
- Pencemaran air dan udara berdampak buruk bagi ekonomi warga serta kesehatan perempuan dan anak-anak di lokasi tersebut.
- Walhi dan warga mengadu ke Komnas Perempuan serta menuntut Kementerian ESDM mencabut izin usaha perusahaan tersebut segera.
Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan membeberkan sejumlah dampak pengelolaan tambang ugal-ugalan yang diduga dilakukan oleh PT. Merge Mining Industri (MMI) di Desa Rantau Bakula, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalsel, Raden Rafiq menyebutkan dampak polusi dari limbah aktifitas pertambangan menyebabkan kualitas udara dan air ikut tercemar. Perempuan kata dia, yang paling terdampak.
Ia menilai kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan perempuan.
Dengan adanya pencemaran tersebut kata dia, menyebabkan menurunnya ekonomi warga sekitar, sehingga berdampak langsung terhadap perempuan dan anak-anak.
"Misal untuk keperluan membeli susu, uang belanja dan lain-lain," tutur Raden pada Rabu (8/7/2026).
Oleh karena itu Walhi Kalsel dan Aliansi Masyarakat Rantau Bakula mengadukan persoalan tersebut kepada Komnas Perempuan hari ini.
Selain itu aliansi juga meminta Kementerian ESDM untuk mencabut izin usaha PT. MMI, agar tidak lagi melakukan penambangan di Desa Rantau Bakula.
"Kami beri waktu dalam satu bulan ini harus ada solusi atau mekanisme konkret untuk menyelesaikan kasus ini," kata Raden.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut