News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:02 WIB
Suasana kantor BGN di Jakarta Pusat saat digeledah Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Kapolres Metro Jakarta Pusat membantah dugaan peluru nyasar yang menyebabkan kaca pecah di Gedung Badan Gizi Nasional.
  • Penyebab kaca pecah pada Kamis (9/7/2026) di Jakarta Pusat diduga akibat pemuaian karena perbedaan suhu ekstrem.
  • Pihak pengelola gedung menyatakan bahwa insiden kaca pecah merupakan peristiwa wajar yang sering terjadi saat kemarau.

Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung membantah dugaan peluru nyasar yang disebut mengenai kaca Gedung Badan Gizi Nasional (BGN).

Reynold mengatakan peristiwa pecahnya kaca tersebut diduga dipicu oleh cuaca panas yang ekstrem. Sementara itu, suhu di dalam ruangan BGN lebih dingin karena penggunaan pendingin ruangan (AC).

“Pecahan kaca di gedung BGN. Pecahan kaca diduga karena diluar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah,” kata Reynold saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Reynold menyampaikan, berdasarkan keterangan dari pihak pengelola gedung, peristiwa pecahnya kaca merupakan hal yang wajar saat musim kemarau.

Dalam satu tahun, biasanya terjadi satu hingga dua peristiwa kaca pecah pada musim kemarau.

Suasana kantor BGN di Jakarta Pusat saat digeledah Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Lilis)

“Disampaikan pihak pengelola gedung atas nama Martin bahwasanya dalam 1 tahun bisa 1 sampai 2 kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa peristiwa pecahnya kaca di Gedung BGN, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, disebabkan oleh tembakan orang tidak dikenal. Kaca yang pecah berada di lantai 2 gedung tersebut.

Peristiwa itu sempat membuat para pegawai BGN panik. Namun, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Kaca Kantor Badan Gizi Nasional Pecah, Polisi Selidiki Dugaan Penembakan oleh OTK

Load More