- Ratusan massa menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Peserta aksi menuntut pemerintah melanjutkan program Makan Bergizi Gratis karena kekhawatiran hilangnya 1,5 juta lapangan pekerjaan.
- Massa mendesak Badan Gizi Nasional segera mengoperasikan dapur pelayanan gizi serta memberikan kepastian hukum bagi keberlangsungan program.
Suara.com - Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026) siang.
Aksi digelar untuk menuntut pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa membawa berbagai atribut mulai dari bendera hingga spanduk berisi dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Massa berorasi di depan Halte Transjakarta Balai Kota arah Gambir depan IRTI, sembari berusaha menuju Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, langkah massa dihalangi oleh sejumlah polisi yang berjaga di lokasi.
Salah satu orator menyampaikan bahwa aksi digelar untuk memastikan keberlangsungan program MBG di tengah banyaknya dapur yang sudah dibangun namun belum beroperasi.
"Kami sudah membangun dapur, tapi tidak juga beroperasi," kata dia di atas mobil komando.
Ia menegaskan bahwa dampak penghentian program tersebut akan sangat besar bagi para pekerja yang terlibat di dalamnya.
"Kalau MBG dihentikan, akan ada 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan. Negara harus hadir," tutur sang orator lagi.
Baca Juga: Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak
Massa aksi turut menyoroti minimnya keterlibatan mitra dalam pengambilan kebijakan oleh BGN, termasuk keputusan menghentikan program MBG selama masa liburan.
Mereka pun mendesak agar perwakilan BGN bersedia menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
Dukung Keberlanjutan Program MBG
Sebelumnya, Koordinator Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG, Ahmad Yazdi, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk dukungan atas keberlanjutan program MBG di tengah polemik yang mencuat belakangan ini.
Peserta aksi disebut berasal dari kalangan pekerja dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), mitra, pemasok, relawan, petani, hingga orang tua penerima manfaat.
"Massa tidak hanya berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, tetapi juga dari Lampung, Sumatera Selatan, Aceh, Kalimantan, dan Sulawesi," kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/7/2026).
Berita Terkait
-
Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak
-
BGN Janji Benahi Program MBG agar Lebih Tepat Sasaran
-
Agustina Arumsari Bungkam Soal Rangkap Jabatan: Fokus Kami Hari Ini Cuma Tindak Lanjut KPK
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029
-
Prabowo Berbisik ke Titiek Soeharto, Lalu Berfoto Bertiga dengan Narendra Modi di Prambanan
-
Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta
-
ShopeePay Luncurkan Kampanye "Pulsa & PLN Pasti Murah", Bantu Pengguna Lebih Hemat
-
Dari Ketua DPRD Sampai Camat, KPK Sisir Pejabat Kuansing Terkait Skandal Jual Beli Jabatan
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107 Juta, Kemenhaj Usul Jemaah Bayar Rp42,8 Juta
-
Daya Tampung SMA Negeri Terbatas, DPRD Jakarta Temukan Anak 17 Tahun Belum Pernah Sekolah
-
KPK Periksa 9 Saksi Kasus Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Juprizal Ikut Dipanggil!
-
Ada Potensi Fraud Rp6 Triliun, BPJS Kesehatan Minta Pengawalan KPK
-
RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan