News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:29 WIB
Suasana kantor BGN di Jakarta Pusat saat digeledah Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Kaca lantai dua kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta Pusat pecah pada Kamis, 9 Juli 2026 siang.
  • Petugas Inafis Polres Metro Jakarta Pusat melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kerusakan tersebut.
  • Polisi menyatakan kaca pecah akibat faktor pemuaian suhu ekstrem yang sering terjadi saat musim kemarau tahunan.

Suara.com - Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat mendadak jadi sorotan warga pada Kamis (9/7/2026) siang.

Terlihat satu petak kaca di lantai dua gedung BGN mengalami kerusakan, dengan satu titik diduga menjadi pusat retakan sebelum menyebar ke seluruh permukaan.

Mobil Inafis Polres Metro Jakarta Pusat yang memuat empat petugas pun terparkir di depan kantor BGN. Mereka langsung melakukan olah TKP serta dokumentasi setibanya di lokasi.

Dugaan teror terhadap kantor BGN pun mencuat seiring keberadaan petugas kepolisian di sana.

Namun, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung langsung membantah isu teror tersebut.

Peristiwa kaca pecah di kantor BGN, kata Reynold, murni disebabkan faktor pemuaian akibat perbedaan suhu.

"Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas, dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah," paparnya saat dikonfirmasi.

Reynold menegaskan, insiden kaca pecah bukan kali pertama terjadi di kantor BGN.

Pihak pengelola gedung menyampaikan bahwa kerusakan kaca terjadi setiap tahun, khususnya saat musim kemarau.

Baca Juga: Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur

"Disampaikan pihak pengelola gedung atas nama Martin, bahwasanya dalam 1 tahun bisa 1 sampai 2 kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau," pungkas Reynold.

Load More