- Sejumlah karangan bunga dukungan muncul di depan gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Penyidik gabungan tengah menangani tiga kasus besar korupsi dan pencucian uang yang melibatkan perusahaan negara hingga swasta.
- Polda Metro Jaya memperketat pengamanan dengan personel Brimob bersenjata untuk menjaga barang bukti hasil proses penyidikan tersebut.
Suara.com - Sejumlah karangan bunga berukuran besar menghiasi area Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).
Karangan bunga tersebut dipasang berjejer di taman pembatas jalan, tak jauh dari plang nama Gedung Ditreskrimsus.
Setidaknya ada tiga karangan bunga besar yang teramati berdiri berdampingan di lokasi tersebut.
Salah satu karangan bunga bernuansa biru bertuliskan "Presiden Prabowo bersama Polri".
Sementara karangan bunga lain berwarna merah menuliskan pesan "Jangan Mundur Rakyat bersama Polri".
Kemunculan rangkaian bunga tersebut bertepatan dengan proses penyidikan yang tengah dilakukan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Penyidik gabungan saat ini menangani tiga perkara besar sekaligus, yakni dugaan korupsi dan pencucian uang dalam pengadaan batu bara PLTU milik PT PLN periode 2018-2026 yang diduga berkaitan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah, dugaan korupsi PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI).
Dalam proses penyidikan tersebut, tim gabungan sebelumnya telah menggeledah belasan lokasi di Jakarta dan Bogor, termasuk sebuah rumah di kawasan Sentul yang disebut berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Menyusul rangkaian penggeledahan itu, pengamanan di sekitar Gedung Ditreskrimsus turut diperketat dengan penempatan personel Korps Brigade Mobil (Brimob) bersenjata laras panjang di area sekitar gedung.
Baca Juga: Pintu Dirantai, Sunyi Senyap Ruko di Cipete Usai Digeledah Polisi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kakap
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan pengetatan pengamanan dilakukan untuk menjaga barang bukti hasil penggeledahan.
"Pasti dilakukan, karena barang bukti itu disimpan di Polda Metro Jaya termasuk pemeriksaan saksi," kata Budi.
Terkait namanya yang ikut disebut dalam pusaran kasus, Febrie Adriansyah menegaskan tugas kejaksaan dalam mengawal perkara-perkara tersebut akan tetap berjalan sesuai prosedur.
"Bahkan saya monitor tetap, agar sesuai dengan SOP berjalan dengan cepat," kata Febrie dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung.
Meski pengamanan diperketat dan bermunculan karangan bunga tanpa identitas pengirim, situasi di lingkungan Polda Metro Jaya dilaporkan tetap kondusif dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK
-
Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
-
Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG
-
Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!
-
Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita
-
Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat