News / Nasional
Senin, 13 Juli 2026 | 15:42 WIB
Struktur organisasi Daycare Little Aresha yang dicoret orang tidak dikenal. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha ternyata sudah berlangsung lama.

  • Mantan pengasuh mengirimkan foto bukti kekerasan anak di daycare sejak 2022.

  • Korban kekerasan anak di daycare mengaku sering diikat hingga dikurung.

Daycare Little Aresha yang terlihat semakin banyak dicoret-coret, Minggu (3/5/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

Selaras dengan informasi dari eks miss, anak kedua W juga mengaku sering diikat oleh pengasuh Little Aresha, baik di gedung selatan yang digerebek maupun di gedung utara.

Namun, anak W yang masih balita memahaminya aktivitas ikat-mengikat itu dibedong, bukan suatu bentuk kekerasan.

"Anak kedua pernah cerita kalau dia dibedong sama miss di mana-mana, ya gedung selatan ya gedung utara. Dia cerita juga pernah dibedong di lantai 2 gedung utara," ujar W.

Tak hanya itu, anak kedua W juga mengaku pernah dikurung di satu ruangan gelap.

"Belum lama ini anak kedua juga cerita dia pernah dikurung di ruang gelap sendiri dan baru dikeluarin waktu dijemput saya," ujar W.

Kasus kekerasan anak di Little Aresha ini terkuak pada 24 April 2026 lalu, ketika polisi menggerebek gedung daycare yang berada di sisi selatan.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan puluhan anak dalam kondisi tidak memakai baju, hanya mengenakan diapers dan diikat menggunakan kain.

Namun ternyata, kekerasan pada anak tersebut tak hanya terjadi di gedung selatan, tetapi juga di gedung utara Little Aresha.

Saat ini, polisi telah menetapkan 27 tersangka dari kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha.

Baca Juga: 5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Sebanyak 13 tersangka, berkas dan penahanannya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta.

Sementara 14 tersangka lainnya masih dalam pendalaman kasus dan menjadi tahanan kepolisian.

Load More