News / Nasional
Senin, 13 Juli 2026 | 15:42 WIB
Struktur organisasi Daycare Little Aresha yang dicoret orang tidak dikenal. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha ternyata sudah berlangsung lama.

  • Mantan pengasuh mengirimkan foto bukti kekerasan anak di daycare sejak 2022.

  • Korban kekerasan anak di daycare mengaku sering diikat hingga dikurung.

Suara.com - Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha masih bergulir, fakta baru mengenai operasional lembaga pendidikan itu pun kembali terkuak.

Salah satu wali murid, berinisial W yang pernah menitipkan 2 anaknya di Little Aresha membongkar kekejaman para pengasuh pada anak-anak yang ternyata sudah berlangsung lama.

W mengatakan anak pertamanya masuk Little Aresha saat usia 3 tahun pada Agustus 2021 lalu. Sedangkan, anak keduanya masuk Little Aresha sejak usia 2 bulan pada Desember 2021 lalu.

Di tahun itu, Little Aresha masih memiliki satu gedung, yakni gedung yang letaknya ada di utara gedung selatan yang digerebek polisi.

Pada masa itu, W mengatakan anaknya pun sudah mengalami kekerasan dari Ketua Yayasan Little Aresha, Diyah Kusumastuti dan para pengasuh.

Hal tersebut diketahui W, setelah mendapat laporan dari mantan pengasuh Little Aresha setelah kasus kekerasan ini mencuat.

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha, DK (51, perempuan berhijab hitam pakai masker) saat tiba di lokasi rekonstruksi, Selasa (9/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

Berdasarkan laporan itu, W mendapatkan foto-foto anaknya ketika diikat di bagian badan dan tangan serta kaki menggunakan kain seperti sarung.

Pada foto tersebut terlihat pula anak-anak lain yang juga diikat dan dibiarkan tak memakai baju serta hanya mengenakan pampers.

Dalam foto itu pula terlihat anak-anak dibiarkan tidur di lantai yang hanya beralaskan matras puzzle setengah bagian tanpa bantal sekali pun.

Baca Juga: 5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Karena foto-foto tersebut, W meyakini kekejaman yang dilakukan pengasuh Little Aresha ini sudah berjalan sejak lama, bahkan ketika tempat penitipan, KB dan TK Little Aresha masih di dalam satu tempat, yakni di gedung utara.

"Aku baru tahu kemarin, dapat foto anakku dibedong tahun 2022 dari ex miss. Aku yakin 'terapi ikat-mengikat' ini sudah dijalankan dari lama. Buktinya hampir semua (yang ada di foto) ditali," kata W yang mengirimkan bukti foto anaknya dalam kondisi diikat pada 2022 di Little Aresa melalui pesan WhatsApp kepada suara.com.

Tak hanya bayi, W juga menunjukkan foto anak-anak kelas PAUD/TK yang dibiarkan tak memakai baju dan hanya mengenakan popok sekali pakai (diapers) di suatu ruangan yang tanpa alas.

"Ini kelas anak-anak dewasa (red: PAUD/TK) dulu malah gak ada karpet sama sekali," ujar W yang meneruskan keterangan dari ex miss mengenai kondisi Little Aresha tahun 2022.

W mengatakan, eks miss atau mantan pengasuh yang memberinya informasi tersebut hanya bekerja selama tiga bulan di Little Aresha dan sengaja mengambil foto anak-anak diikat untuk sebagai bukti dokumentasi jika sewaktu-waktu praktik kekerasan itu terungkap seperti sekarang.

Eks miss itu mengaku tak berani membocorkan foto tersebut, karena juga mendapat ancaman dari Diyah Kusumastuti.

Load More