-
Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha ternyata sudah berlangsung lama.
-
Mantan pengasuh mengirimkan foto bukti kekerasan anak di daycare sejak 2022.
-
Korban kekerasan anak di daycare mengaku sering diikat hingga dikurung.
Suara.com - Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha masih bergulir, fakta baru mengenai operasional lembaga pendidikan itu pun kembali terkuak.
Salah satu wali murid, berinisial W yang pernah menitipkan 2 anaknya di Little Aresha membongkar kekejaman para pengasuh pada anak-anak yang ternyata sudah berlangsung lama.
W mengatakan anak pertamanya masuk Little Aresha saat usia 3 tahun pada Agustus 2021 lalu. Sedangkan, anak keduanya masuk Little Aresha sejak usia 2 bulan pada Desember 2021 lalu.
Di tahun itu, Little Aresha masih memiliki satu gedung, yakni gedung yang letaknya ada di utara gedung selatan yang digerebek polisi.
Pada masa itu, W mengatakan anaknya pun sudah mengalami kekerasan dari Ketua Yayasan Little Aresha, Diyah Kusumastuti dan para pengasuh.
Hal tersebut diketahui W, setelah mendapat laporan dari mantan pengasuh Little Aresha setelah kasus kekerasan ini mencuat.
Berdasarkan laporan itu, W mendapatkan foto-foto anaknya ketika diikat di bagian badan dan tangan serta kaki menggunakan kain seperti sarung.
Pada foto tersebut terlihat pula anak-anak lain yang juga diikat dan dibiarkan tak memakai baju serta hanya mengenakan pampers.
Dalam foto itu pula terlihat anak-anak dibiarkan tidur di lantai yang hanya beralaskan matras puzzle setengah bagian tanpa bantal sekali pun.
Baca Juga: 5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate
Karena foto-foto tersebut, W meyakini kekejaman yang dilakukan pengasuh Little Aresha ini sudah berjalan sejak lama, bahkan ketika tempat penitipan, KB dan TK Little Aresha masih di dalam satu tempat, yakni di gedung utara.
"Aku baru tahu kemarin, dapat foto anakku dibedong tahun 2022 dari ex miss. Aku yakin 'terapi ikat-mengikat' ini sudah dijalankan dari lama. Buktinya hampir semua (yang ada di foto) ditali," kata W yang mengirimkan bukti foto anaknya dalam kondisi diikat pada 2022 di Little Aresa melalui pesan WhatsApp kepada suara.com.
Tak hanya bayi, W juga menunjukkan foto anak-anak kelas PAUD/TK yang dibiarkan tak memakai baju dan hanya mengenakan popok sekali pakai (diapers) di suatu ruangan yang tanpa alas.
"Ini kelas anak-anak dewasa (red: PAUD/TK) dulu malah gak ada karpet sama sekali," ujar W yang meneruskan keterangan dari ex miss mengenai kondisi Little Aresha tahun 2022.
W mengatakan, eks miss atau mantan pengasuh yang memberinya informasi tersebut hanya bekerja selama tiga bulan di Little Aresha dan sengaja mengambil foto anak-anak diikat untuk sebagai bukti dokumentasi jika sewaktu-waktu praktik kekerasan itu terungkap seperti sekarang.
Eks miss itu mengaku tak berani membocorkan foto tersebut, karena juga mendapat ancaman dari Diyah Kusumastuti.
Berita Terkait
-
5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate
-
Apa Itu Kacamata Photocromic? Cek 3 Rekomendasi Terlaris di Shopee dengan Review Jujur
-
Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C
-
3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK
-
PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global
-
KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus