News / Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB
Volkswagen Tera. (Carscoops)
Baca 10 detik
  • Volkswagen Group berencana memangkas hingga 100.000 tenaga kerja secara global demi efisiensi bisnis.

  • Penurunan laba operasi yang sangat tajam dipicu oleh gempuran agresif produsen mobil China.

  • Empat pabrik utama di Jerman kini terancam ditutup akibat tingginya biaya produksi.

Suara.com - Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja massal hingga mencapai 100.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah ekstrem ini diambil manajemen demi menyelamatkan perusahaan dari pembengkakan biaya operasional.

Keputusan pahit tersebut melipatgandakan target pengurangan pekerja yang pernah diumumkan korporasi sebelumnya. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan industri otomotif global sedang berada dalam fase kritis.

Langkah efisiensi besar-besaran ini mencakup seluruh lini merek mewah mereka, mulai dari Porsche, Audi, Seat, hingga Skoda. Manajemen kini dipaksa bergerak lebih radikal agar bisa bertahan di pasar internasional.

Ilustrasi mobil Volkswagen. (Suara.com x Gemini AI)

Chief Executive Volkswagen Group, Oliver Blume, mengungkapkan bahwa pengeluaran internal perusahaan jauh lebih tinggi dibanding para kompetitor. Kondisi tersebut membuat produk mereka kehilangan daya saing harga di pasar global.

"Kami saat ini sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah berapa banyak penyesuaian yang sebenarnya diperlukan dan layak dilakukan," ujar Oliver Blume dikutip dari BBC, Selasa (14/7/2026).

Manajemen menegaskan bahwa pemangkasan anggaran belanja menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mengamankan posisi finansial korporasi. Strategi menyakitkan ini dirancang untuk menyederhanakan alur birokrasi produksi yang selama ini dinilai tidak efisien.

"Kami harus menjadi lebih efisien, lebih kuat, dan lebih sederhana. Kami harus mengurangi biaya-biaya kami," tambah Oliver Blume.

Nasib empat pabrik besar di Jerman kini berada di ujung tanduk tanpa kepastian fungsi alternatif. Dua di antara fasilitas manufaktur yang terancam ditutup tersebut merupakan pusat perakitan mobil listrik utama di Zwickau dan Emden.

Fasilitas produksi di Hanover dan Neckarsulm juga menghadapi ancaman serupa karena biaya operasional yang terlampau tinggi. Situasi ini memicu gelombang demonstrasi besar dari ribuan pekerja di berbagai lokasi pabrik Volkswagen.

Baca Juga: Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak

Para analis industri menilai pengumuman angka 100.000 pekerja ini merupakan taktik negosiasi manajemen terhadap serikat pekerja. Jumlah akhir pengurangan staf diprediksi berpotensi lebih rendah setelah melalui proses perundingan.

Penurunan keuntungan Volkswagen dipicu oleh merosotnya angka penjualan pada pasar utama mereka di China dan Amerika Serikat. Laba operasi perusahaan anjlok drastis dari 22,6 miliar euro pada 2023 menjadi hanya 8,9 miliar euro pada tahun lalu.

Pada saat yang sama, penetrasi agresif dari merek-merek mobil China bermodal efisiensi tinggi kian menyudutkan posisi Volkswagen di Eropa. Tekanan ini memaksa Volkswagen memperluas kesepakatan pemangkasan kerja tahun 2024 yang sebelumnya hanya menargetkan 50.000 posisi.

Load More