-
Volkswagen Group berencana memangkas hingga 100.000 tenaga kerja secara global demi efisiensi bisnis.
-
Penurunan laba operasi yang sangat tajam dipicu oleh gempuran agresif produsen mobil China.
-
Empat pabrik utama di Jerman kini terancam ditutup akibat tingginya biaya produksi.
Suara.com - Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen Group, bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja massal hingga mencapai 100.000 karyawan di seluruh dunia. Langkah ekstrem ini diambil manajemen demi menyelamatkan perusahaan dari pembengkakan biaya operasional.
Keputusan pahit tersebut melipatgandakan target pengurangan pekerja yang pernah diumumkan korporasi sebelumnya. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan industri otomotif global sedang berada dalam fase kritis.
Langkah efisiensi besar-besaran ini mencakup seluruh lini merek mewah mereka, mulai dari Porsche, Audi, Seat, hingga Skoda. Manajemen kini dipaksa bergerak lebih radikal agar bisa bertahan di pasar internasional.
Chief Executive Volkswagen Group, Oliver Blume, mengungkapkan bahwa pengeluaran internal perusahaan jauh lebih tinggi dibanding para kompetitor. Kondisi tersebut membuat produk mereka kehilangan daya saing harga di pasar global.
"Kami saat ini sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah berapa banyak penyesuaian yang sebenarnya diperlukan dan layak dilakukan," ujar Oliver Blume dikutip dari BBC, Selasa (14/7/2026).
Manajemen menegaskan bahwa pemangkasan anggaran belanja menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mengamankan posisi finansial korporasi. Strategi menyakitkan ini dirancang untuk menyederhanakan alur birokrasi produksi yang selama ini dinilai tidak efisien.
"Kami harus menjadi lebih efisien, lebih kuat, dan lebih sederhana. Kami harus mengurangi biaya-biaya kami," tambah Oliver Blume.
Nasib empat pabrik besar di Jerman kini berada di ujung tanduk tanpa kepastian fungsi alternatif. Dua di antara fasilitas manufaktur yang terancam ditutup tersebut merupakan pusat perakitan mobil listrik utama di Zwickau dan Emden.
Fasilitas produksi di Hanover dan Neckarsulm juga menghadapi ancaman serupa karena biaya operasional yang terlampau tinggi. Situasi ini memicu gelombang demonstrasi besar dari ribuan pekerja di berbagai lokasi pabrik Volkswagen.
Baca Juga: Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak
Para analis industri menilai pengumuman angka 100.000 pekerja ini merupakan taktik negosiasi manajemen terhadap serikat pekerja. Jumlah akhir pengurangan staf diprediksi berpotensi lebih rendah setelah melalui proses perundingan.
Penurunan keuntungan Volkswagen dipicu oleh merosotnya angka penjualan pada pasar utama mereka di China dan Amerika Serikat. Laba operasi perusahaan anjlok drastis dari 22,6 miliar euro pada 2023 menjadi hanya 8,9 miliar euro pada tahun lalu.
Pada saat yang sama, penetrasi agresif dari merek-merek mobil China bermodal efisiensi tinggi kian menyudutkan posisi Volkswagen di Eropa. Tekanan ini memaksa Volkswagen memperluas kesepakatan pemangkasan kerja tahun 2024 yang sebelumnya hanya menargetkan 50.000 posisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal
-
Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas
-
Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen
-
Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid
-
Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum