News / Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr]
Baca 10 detik
  • Densus 88 mengamankan pelajar berinisial RGJ atas kepemilikan bom rakitan yang meledak di MAN 3 Padang.
  • Petugas menyita sejumlah barang bukti perakitan bom yang dibuat pelaku secara mandiri setelah mempelajari materi melalui internet.
  • Ledakan bom di area sekolah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, dan penyidikan masih terus berlangsung.

Suara.com - Densus 88 Antiteror Polri mengungkap sejumlah barang berbahaya yang ditemukan dari seorang pelajar berinisial RGJ (17), terduga perakit bom rakitan yang meledak di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat.

Dalam penggeledahan awal, petugas menyita berbagai barang yang diduga berkaitan dengan perakitan bahan peledak, mulai dari petasan, pisau, hingga anak panah.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, kasus tersebut bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan benda mencurigakan sekitar pukul 11.30 WIB. Barang tersebut kemudian diamankan dan dilaporkan kepada kepolisian.

"Petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keterangannya dikutip Rabu (15/7/2026).

Hasil penyelidikan sementara mengarah kepada RGJ yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut. Pelajar itu kini telah diamankan bersama seluruh barang bukti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Mayndra mengungkapkan, berdasarkan pengakuan awal, RGJ belajar merakit bahan peledak melalui internet. Ia juga mengaku terinspirasi dari kasus bom yang pernah terjadi di salah satu SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.

Suasana di MAN 3 Padang usai ledakan bom rakitan. [Suara.com / B.Rahmat]

Motif dan Target Masih Didalami

Densus 88 menegaskan penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif sesungguhnya di balik dugaan aksi tersebut.

Selain itu, penyidik juga masih mendalami identitas orang yang diduga menjadi sasaran karena informasi tersebut baru berasal dari pengakuan awal terduga pelaku.

Baca Juga: Bukan Candaan! Iseng Teror Bom Sekolah Saat MPLS, MY Terancam 20 Tahun Penjara

Dari hasil pemeriksaan sementara, perangkat yang diduga sebagai bom rakitan diketahui dirakit sendiri oleh RGJ di rumah menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Penyidik juga mendalami pengakuan RGJ yang mengaku bergabung dalam sejumlah grup di dunia maya yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh keterangan tersebut masih diverifikasi untuk memastikan kebenarannya.

Dalam insiden tersebut, bom rakitan sempat meledak satu kali di area samping ruang kelas. Ledakan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Saat ini Densus 88 bersama Polda Sumatera Barat masih memeriksa sejumlah saksi serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif, target yang diduga menjadi sasaran, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Load More