- Tokoh Salafi Hani bin Brik memperingatkan kelompok Houthi agar tidak memperluas pergerakannya ke wilayah selatan Yaman pada Senin, 21 September 2026.
- Masyarakat di wilayah selatan dipastikan tidak akan pernah menerima proyek politik maupun pengaruh dari kelompok Houthi tersebut.
- Berbagai elemen masyarakat di selatan Yaman telah bersatu dan melakukan perlawanan aktif terhadap upaya ekspansi kelompok Houthi.
Suara.com - Salah satu tokoh Salafi Hani bin Brik memperingatkan kelompok Houthi agar tidak mencoba memperluas pergerakan mereka menuju wilayah selatan Yaman.
Mantan wakil ketua Dewan Presidium Dewan Transisi Selatan itu menegaskan bahwa masyarakat di selatan tidak akan menerima proyek politik yang dibawa kelompok tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ben Brik dalam sebuah tulisan yang dikutip Al-Mashhad Al-Yemeni, Senin (21/9/2026).
Ia mengaku telah memprediksi sejak Houthi menguasai Sanaa pada September 2014 bahwa kelompok tersebut pada akhirnya akan mengarahkan pergerakannya ke selatan.
Menurut Ben Brik, saat itu dirinya telah menyerukan agar masyarakat mempersiapkan diri menghadapi Houthi.
Ia bahkan mengaku menolak sejumlah upaya mediasi dari tokoh dan pemuka masyarakat asal Yaman utara yang memintanya tidak terlibat dalam konflik.
Ben Brik mengatakan, pihak-pihak tersebut kala itu menggambarkan konflik sebagai sekadar fitnah dan perang perebutan kekuasaan.
Namun, ia mengaku tetap mempertahankan sikapnya meski mendapat peringatan dan ancaman.
Ia menyebut perlawanan terhadap Houthi kemudian melibatkan sejumlah elemen masyarakat di selatan Yaman.
Di antaranya adalah pelajar agama, imam masjid, serta tokoh-tokoh gerakan selatan.
Dalam pernyataannya mengenai situasi terkini, Ben Brik juga menyinggung meningkatnya sentimen mobilisasi di wilayah selatan.
Ia menggambarkan masjid, sekolah, rumah, hingga jalan-jalan di wilayah tersebut tengah menyuarakan apa yang disebutnya sebagai seruan kemenangan.
Ben Brik secara tegas menyatakan penolakan terhadap upaya yang menurutnya bertujuan membawa pengaruh Iran ke wilayah selatan Yaman.
“Kami tidak akan menerima tanah selatan yang suci dinodai atau dipaksakan proyek Iran yang tidak memiliki hubungan apa pun dengannya,” kata Ben Brik.
Hani bin Brik merupakan salah satu tokoh politik dan keagamaan paling menonjol dalam kubu Yaman Selatan, terutama karena perannya di Southern Transitional Council (STC) dan kedekatannya dengan Uni Emirat Arab.