Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:47 WIB
Bekas lahan Masjid Jami Nuruttijaroh jadi Koperasi Desa Merah Putih
BACA 10 DETIK
  • Bekas Masjid Jami Nuruttijaroh di Balaraja kini berubah menjadi Koperasi Desa Merah Putih.
  • Janji pembangunan masjid pengganti oleh pejabat daerah mangkrak total tanpa ada kejelasan.
  • Para pedagang pasar kesulitan beribadah karena hilangnya masjid yang telah diratakan tanah.

Suara.com - Viral bekas lokasi Masjid Jami Nuruttijaroh di eks Terminal Sentiong Balaraja Tangerang kini berubah menjadi bangunan Koperasi Desa Merah Putih. Bangunan ibadah tersebut sebelumnya diratakan dengan tanah oleh Kepala Desa Tobat Endang Suherman pada 5 Juli 2025 lalu.

Dikutip dari FaktaBanten, penghancuran masjid itu meludeskan seluruh fasilitas di dalamnya termasuk pengeras suara kotak infaq mimbar serta kitab suci Al-Quran. Alasan awal pembongkaran dulunya ditujukan untuk mendirikan Kantor Pemerintahan Desa Tobat namun fakta lapangannya justru berkata lain.

Janji pembangunan masjid pengganti yang sempat ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid kini mangkrak tanpa kejelasan.

Tinjauan langsung di lokasi eks Terminal Sentiong memperlihatkan bangunan kantor desa yang masih mangkrak bersama satu unit ekskavator biru.

Sisi bekas masjid sama sekali tidak menunjukkan adanya aktivitas konstruksi atau rencana pendirian rumah ibadah baru.

Sebaliknya gedung Koperasi Desa Merah Putih berdiri megah persis di sebelah pos polisi area pasar tersebut.

Perubahan fungsi lahan ini langsung memicu kekecewaan mendalam dari para pedagang kaki lima di sekitar pasar.

Ruki salah satu pedagang pasar mengaku kesulitan mencari tempat shalat lima waktu akibat hilangnya masjid tersebut.

Kasus ini bermula dari kebijakan kontroversial pemerintah desa dalam menata ulang kawasan eks Terminal Sentiong di Kabupaten Tangerang.

Alih-alih merealisasikan janji fasilitas keagamaan yang disaksikan para ulama sesepuh fokus pembangunan justru bergeser ke sektor komersial dan administratif.

Kondisi tersebut menyisakan tanda tanya besar di kalangan warga setempat mengenai prioritas pembangunan fasilitas publik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com