NTB.Suara.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, turung langsung ke desa-desa melayani masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan.
"Walaupun dengan keterbatasan sumber daya, kami berusaha memberikan pelayanan maksimal," kata Kepala Dinas Dukcapil, Kabupaten Lombok Barat, Saepul Ahkam, saat mendampingi para staf operatornya melakukan pelayanan administrasi kependudukan di Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Rabu (5/7/2023).
Ia menjelaskan target utama kegiatan tersebut adalah perekaman kepada warga wajib KTP tapi belum rekam. Namun kenyataannya banyak warga yang datang karena memiliki permasalahan administrasi kependudukan.
"Fokus kami sesungguhnya adalah perekaman. Sebab, saat ini sekolah masih libur, jadi kami menyasarnya lewat desa," ujar Ahkam.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Penimbung Abdul Haris menyebut banyak warganya yang belum rekam.
Menurutnya, permasalahan administrasi kependudukan banyak yang harus ditangani. Bahkan, beberapa warga yang sudah lama menikah pun belum tertib adminduknya.
"Ini juga yang datang sekali," kata Abdul Haris yang merupakan Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar (FK2GB).
Oleh karena membludaknya masyarakat yang datang dan sempat terganggu oleh persoalan teknis server, masih ada warga yang belum sempat direkam.
"Masih ada 20 orang warga yang sampai sore ini belum bisa rekam. Kasihan mereka sudah antri lama, karena masalah teknis jadi tidak bisa dilayani," keluh Haris.
Baca Juga: Ajaran Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun: 'Wanita Tidak Harus Dinikahi, Tapi Digauli
Namun, dirinya memastikan telah menyepakati dengan operator untuk tindak lanjutnya di kemudian hari.
Hal senada diakui oleh Ahkam tentang adanya gangguan teknis di DataBase MMU Pusat. Sebab, di bagian admin tidak segera mengabari, sedangkan dengan sisa jumlah masyarakat yang belum dilayani, pihaknya telah menyarankan tindak lanjut.
"Untuk berkas yang belum tuntas, kami akan membawa ke dinas untuk diselesaikan. Sedangkan untuk sisa 20 warga yang belum direkam, bisa rekam di Kantor Camat Gunung Sari atau UPT di situ," ucapnya.
Ia juga menyebutkan sebanyak 10.304 orang penduduk Kabupaten Lombok Barat belum melakukan perekaman hingga akhir Juni 2023. Namun, perekaman sudah mencapai lebih dari 98 persen.
"Sisanya itu secara bertahap kita lakukan perekaman. Kami berharap masyarakat datang memanfaatkan pelayanan administrasi kependudukan di kantor camat, UPT atau Kantor Dinas Dukcapil," kata Ahkam. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan