NTB.Suara.com - Gresik United pada musim 2023/2024 sudah memasang target promosi ke Liga 1 pada musim depan. Sejumlah pemain anyar didatangkan. Bahkan, ada belasan eks pemain Persebaya menghuni skuad Lasta Joko Samudro ini. Bukan itu saja, ada sosok yang pernah berpengaruh di tim Bajul Ijo, yang dikenal para Bonek juga ada di klub ini.
Gresik United sukses melakoni laga perdana melawn Persekat Tegal dengan skor 2-0 pada Minggu (10/9/2023). Namun, manajemen belum puas. Satu pemain lagi didatangkan. Yakni Mokhamad Syaifuddin.
Masuknya Syaifuddin menambah daftar panjang eks Persebaya di Gresik United. Sebelumnya sudah ada 11 mantan legiun Bajul Ijo di klub ini.
Jebolan Persebaya di Gresik United ada di semua lini. Dari kiper, bek, gelandang, sayap, hingga penyerang. Lengkap!
Mereka adalah Fajar Ali Syahbana dan Ulul Arham (kiper), kemudian Frank Sokoy, Akbar Haris, Gardhika Arya Putra, Irvan Febrianto, dan Mokhamad Syaifuddin yang berposisi di bek.
Pada bagian gelandang ada Dicky Kurniawan Arifin (gelandang) dan Jefri Kurniawan. Berikutnya pada bagian sayap ada Akbar Firmansyah (sayap kiri), Dian Ardiansyah (sayap kanan), Rafli Sasyar (sayap kanan).
Samsul Arif berada di barisan depan sebagai penyerang. Samsul Arif merupakan penyerang kawakan. Usianya sudah 38 tahun. Pernah membela Persebaya pada 2021 sampai 2022, dan juga Timnas Indonesia.
Meski sudah tua, Samsul Arif cukup berperan dalam laga lawan Persekat Tegal. Pemain asal Bojonegoro ini menyumbang 1 assist.
Namun, rasa Persebaya di tubuh Gresik United bukan hanya pada barisan pemain. Bahkan sampai pada posisi juru taktik juga bekas orang Persebaya, yang tentunya dikenal Bonek.
Baca Juga: Diwaspadai Shin Tae-yong, Ini Kiprah Mengejutkan Turkmenistan di Piala Asia U-23 2022
Pelatih Kepala Gresik United adalah Rudy Eka Priambada. Meski bukan beranjak dari pemain profesional sepak bola, pelatih berusia 40 tahun memiliki lisensi UEFA Pro.
Dia pernah menjadi bagian Persebaya Surabaya dari 9 Januari 2019 sampai 3 Juni 2019. Jabatannya sebagai pelatih fisik.
Karier Rudy sebagai pelatih bermula dari klub semiprofesional Monbulk Rangers di Australia pada 2012. Dia semppat menjadi video analist Timnas Indonesia U19 pada 2013.
Saat gonjang-ganjing di PSSI hingga muncul dualisme Liga. Antara Liga Super Indonesia/ LSI (di bawah PSSI) dan Liga Primer Indonesia/ LPI (di luar PSSI). Pada 2012/2013, Rudy didapuk menjadi pelatih kepala Bali Devata yang berkompetisi di LPI.
Kariernya berlanjut sebagai asisten pelatih Mitra Kukar pada 2013-2014. Kemudian menjadi asisten pelatih klub Al-Najma di Bahrain.
Pada musim 2015 sampai 2017 dia menjadi pelatih Celebest FC Palu. Kemudian menjadi pelatih kepala PS TIRA pada 2017-2018. Kelak PS TIRA merger dengan Persikabo Bogor, menjadi PS TIRA Persikabo 1973.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Dua Siswi SMP Bandar Lampung Terjebak Terapis Plus-Plus karena Iming-iming Gaji Jutaan
-
Jawaban Mirip, Nilai Berbeda: 7 Fakta Polemik LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang Kini Viral
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
Lapangan Padel Dijual Rp199 Juta, Tanda Bisnis Gaya Hidup Urban Mulai Kolaps?
-
Sawit Mitra Swadaya Riau Melemah, Harganya Turun Jadi Rp3.832 per Kg
-
Buron Korupsi Proyek Jalan Gunung Tunak Terdeteksi di Mataram, Kejari: Jangan Coba-coba Melindungi
-
Samsung Galaxy A27 Segera Hadir, Snapdragon Bakal Gantikan Exynos?
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan