/
Sabtu, 07 Oktober 2023 | 08:54 WIB
Rakernas PSHT (PSHT)

NTB.suara.com - Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengemban ajaran Setia Hati sebagai pilar utama dalam perjalanan panjangnya. Hal itu terungkap dalam Rakernas PSHT yang diadakan oleh Pengurus Pusat di Kawasan Wisata Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Jumat (06/10/2023).

Ketua Majelis Ajar PSHT, Kangmas Ir. RB. Wiyono, memberikan pengarahan yang berharga. Ia menekankan bahwa Setia Hati adalah sebuah ajaran yang memandu perkembangan individu menjadi manusia yang lebih baik, menjadi pemancar cita-cita luhur. Oleh karena itu, para warga dan pengurus PSHT harus mampu menggabungkan ajaran tersebut dengan peran mereka dalam organisasi.

"Setia Hati itu ajaran, kedalam membangun warganya sebagai manusia, keluar menjadi pemancar Cita. Karena itu sebagai warga dan pengurus, harus bisa menyesuikan posisi antara ajaran dan organisasi," paparnya.

Kangmas Wiyono juga mengingatkan tentang tiga tujuan awal saat masuk PSHT. "Yaitu kehormatan, keselamatan, dan kebahagiaan," ungkapnya seperti dikutip dari laman resmi PSHT. Ketiga hal ini harus menjadi fokus dalam perjalanan PSHT.

Pentingnya tali persaudaraan juga disoroti oleh Kangmas Wiyono. Ia menyebutkan bahwa seluruh anggota PSHT dihubungkan oleh ikatan persaudaraan yang kuat. Dalam menjalankan ikatan ini, penting untuk saling menyayangi, saling menghargai, dan saling menghormati satu sama lain.

Sesepuh di kalangan anggota PSHT juga mengusulkan pendirian Lemdiklat oleh Pengurus Pusat. Hal ini dianggap sangat penting sebagai metode pendukung dalam melatih anggota PSHT. Dengan adanya Lemdiklat, para pelatih akan memiliki dasar yang kuat dalam melatih anggota PSHT, sehingga diharapkan tidak akan ada lagi perdebatan terkait materi pelatihan. (*)

Load More