Suara.com - Produsen mobil yang identik dengan kendaraan balap, Ferrari, belum pernah lagi mengeluarkan mobil bermesin turbo, sejak menghentikan tipe hypercar F40 pada tahun 1992. Kini, mobil turbo terbaru mereka yang dilabeli California T, akan segera meluncur pada Maret, tepatnya di ajang Geneva Motor Show di Swiss.
Beratap buka-tutup, mobil sport seberat 1.625 kg ini pada dasarnya berdimensi sama dengan seri California sebelumnya. Menurut pihak Ferrari, mereka mencoba mengambil inspirasi dari desain klasik, sembari juga "meminjam" gaya (tampilan) 250 Testa Rossa.
Catatan lainnya, keberadaan lubang angin sedikit lebih rendah dan sedikit didesain ulang demi menambah agresivitas, diimbangi dengan adanya turbo intercooler. Sementara, salah satu hal yang menarik adalah bagian atap kokoh yang justru bisa dilipat-kembangkan dalam 14 detik saja.
Untuk kemampuan, berada di sasisnya adalah mesin turbo V8 3,8 liter yang baru, dengan sistem direct fuel injection. Mesin ini disebut dibuat berdasarkan performa Scuderia Ferrari, dengan unit daya milik F14 T.
California T yang berkekuatan 552 tenaga kuda, oleh pihak Ferrari disebut sebagai yang paling kuat di segmen turbo. Kecepatan maksimalnya mencapai 316 km per jam, dengan percepatan (tarikan) dari 0 sampai 100 km per jam bisa dicapai hanya dalam 3,6 detik.
Suspensi mobil ini menggunakan produk Magneride, dilengkapi dengan accelerometer berbasis pergerakan body. Juga ada kotak penyetiran yang baru, yang sengaja didesain untuk mengurangi aktivitas setir demi meningkatkan daya responsif (akselerasi) mobil. Sementara untuk rem, produk spesial ini menggunakan bahan keramik karbon milik Brembo.
Menurut pihak Ferrari pula, konsumsi bahan bakar mobil ini lebih baik hingga 15 persen, yaitu menjadi 10,5 liter per 100 km. Sementara emisi gas CO2-nya berkurang menjadi 250 gram per km, berkat keberadaan sistem turbocharging.
Interior dihiasi kulit mewah ala Ferrari, dengan dua-plus tempat duduk sebagaimana seri pendahulunya. Artinya, penumpang ekstra akan juga duduk di kokpit, kendati tentunya, nyaris tak akan ada ruang kaki tersisa.
Sejauh ini, Ferrari California T dibanderol di kisaran 258.000 dolar AS atau sekitar Rp3 miliar lebih. (TopGear/Gizmag)
Berita Terkait
-
Servis Mobil Pakai Oli TOP 1 Kini Bisa Dapat Poin GarudaMiles Gratis
-
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik
-
Bye-Bye Powerbank! Redmi Siapkan HP dengan Baterai Raksasa 12.000 mAh
-
Motul Indonesia Lakukan Penyesuaian Harga Pelumas Sebagai Respon Hadapi Situasi Geopolitik Global
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat