Suara.com - Rencana Tesla untuk membangun pabrik mobil listrik di Cina semakin mendekati realisasi. Tesla dikabarkan sudah hampir sepakat dengan pemerintah kota Guangzhou soal pembangunan pabrik.
Hal tersebut, seperti diwartakan Automotive News pada Selasa (20/6/2017), dibeberkan oleh seorang sumber dalam yang menolak dipublikasikan namanya. Saat ini, Tesla dan pemerintah kota daerah setempat sedang melakukan finalisasi detail kesepakatan dan jadwal pengumuman perjanjian masih bisa berubah.
Tesla, kata sang sumber, kelak bakal diperbolehkan untuk mendirikan pabrik di Lingang Development Zone. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat itu diwajibkan untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan setidaknya satu perusahaan otomotif Cina.
Jika terwujud, pabrik tersebut akan menjadi fasilitas perakitan pertama Tesla di Cina dan di luar Amerika Serikat. Saat ini, satu-satunya pabrik Tesla terletak di Fremont, California yang dibeli dari Toyota pada 2010 dengan membayar hanya 42 juta dollar AS (Rp558,6 miliar).
Tesla, saat dimintai konfirmasi mengenai informasi ini, tidak menjawab. Adapun Juru Bicara Lingang Development Zone tidak merespons sambungan telepon.
Membangun pabrik di Cina memang menjadi sebuah keharusan jika Tesla ingin mengembangkan diri secara maksimal di 'Negeri Tirai Bambu'. Pasalnya, dengan dukungan penuh dari pemerintah, Cina telah menyalip Amerika Serikat sejak 2015 sebagai pasar terbesar bagi mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan, khususnya mobil listrik.
Pemerintah Cina menargetkan penjualan mobil-mobil Plug-in Hybrid serta mobil listrik meroket 10 kali lipat pada 10 tahun ke depan. Sudah ada lebih dari 200 korporasi, baik dari dalam dan luar negeri, yang menegaskan bakal ikut menyediakan mobil ramah lingkungan di pasar mereka.
Jika Tesla memiliki pabrik di Cina, mereka akan bisa lolos dari bea masuk 25 persen bagi mobil-mobil impor. Hal inilah yang membuat dua produk Tesla, Model S dan Model X, menjadi lebih mahal di pasar Cina jika dibandingkan dengan di 'kandang' Tesla.
Apalagi, pada Juli nanti, Tesla sudah mulai menjual mobil listrik murah mereka, Model 3.
Baca Juga: Aduh, Satu Orang Terbunuh dan Tiga Luka-luka di Acara Tesla
Meski dihadang pajak tinggi, pada tahun lalu, Tesla masih berhasil melambungkan pendapatan mereka tiga kali lipat menjadi 1 miliar dollar AS (Rp13,3 triliun) di Cina.
Strategi Tesla mempenetrasi pasar Cina, selain dengan membangun pabrik, adalah juga menggandeng korporasi teknologi lokal Tenchent Holding. Maret lalu, raksasa teknologi Cina itu sudah membeli 5 persen saham Tesla senilai 1,8 miliar dollar AS (Rp23,94 triliun).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat