Suara.com - Polisi lalu lintas (Polantas) kini dilengkapi dengan kamera kecepatan mobile untuk memburu pengemudi yang melakukan pelanggaran lain di dalam mobil. Kamera keselamatan ini bisa mendapati pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman dan menggunakan telepon genggam saat berkendara.
Sayang, kelengkapan ini baru digunakan oleh sepertiga Polantas di London. Petugas yang duduk dalam mobil polisi di pinggir jalan, memburu semua pengendara motor yang melanggar hukum.
Tidak main-main, bagi mereka yang melanggar akan dikenakan denda 200 poundsterling (Rp3,8 jutaan).
Awalnya, para pembalap merasa lega bisa melanggar hukum karena mereka tidak melihat mobil patroli yang akan menghentikannya. Tapi dengan alat ini, polisi bisa menangkap Anda tanpa harus berfikir dua kali.
Sebuah penelitian dilakukan megungkapkan, 16 polisi secara rutin menggunakan kamera keamanan mobile untuk mencari "pelanggaran lain".
Mereka merekam lebih dari 8.000 pengendara motor yang tidak ada bandingannya pada tahun 2016 dan 1.000 orang Inggris lainnya membawa ponsel di balik kemudinya.
Sarah Sillars, chief executive officer IAM RoadSmart, mengatakan bagi terlalu banyak pengemudi, hanya rasa takut tertangkap yang akan menghentikan mereka menempatkan diri mereka dan orang lain yang berisiko.
"Jika pengemudi tidak tahu tentang teknik penegakan tambahan ini maka dampaknya akan berkurang sehingga polisi seharusnya tidak ragu mempublikasikan penggunaannya. Yang kami butuhkan adalah panduan yang jelas dan konsisten mengenai apa kamera digunakan, apa yang diberikan staf pelatihan dan bagaimana gambar itu digunakan sebagai bukti," katanya. [The Sun]
Baca Juga: Remaja Paling Banyak Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gaya Modifikasi Yamaha Gear Garapan Ghofar Hilman Jadi Sorotan di JFK 2026
-
Strategi Mobil Murah Daihatsu Dominasi Segmen Harga di Bawah Rp 300 Juta
-
Apa Itu BBM B50? Bahan Bakar Baru yang akan Diperkenalkan 1 Juli 2026
-
Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
-
GAC Indonesia Tunda Peluncuran Dua Produk Baru Dampak Kenaikan Harga BBM Serta Rupiah Melemah
-
5 Hatchback Bekas di Bawah Rp100 Juta, Cocok Buat Belajar Nyetir dan Harga Jual Tetap Stabil
-
GAC Aion KS Tubun Hadirkan Fasilitas Istirahat Driver Online dan Gratis Pengisian Daya
-
Terpopuler: Pesona Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther, Motor Trail Lokal Pride
-
Pesona Gazgas Hummer Pro 150, Motor Cita Rasa Lokal Harga ala Vario: Alternatif KLX dan WR 155
-
Efisiensi Berdarah General Motors Pasang Puluhan Robot Usai PHK Ribuan Pekerja