Suara.com - Mengalami tabrakan parah hingga terkena bagian sasis merupakan peristiwa 'horor' bagi setiap pemilik mobil karena jika pun bagian ini diperbaiki, rasa berkendaranya sudah berbeda. Bahkan, muncul anggapan lebih baik beli mobil baru. Benarkah demikian?
Sasis bengkok atau patah karena tabrakan pada prinsipnya bisa saja diperbaiki. Asalkan, sasis itu bertipe ladder frame.
"Sasis monocoque enggak bisa. Sasis ladder frame saja yang bisa (diperbaiki)," kata Deputy Group Head of After Sales Planning and Training Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Sunarjadi, ketika ditemui belum lama ini di Tebet, Jakarta.
Ini karena sasis monocoque telah menyatu dengan bodi, sedangkan ladder frame masih terpisah. Sisi negatif dari perbaikan sasis adalah jikapun telah diluruskan atau disambung lagi, kestabilan dan kekuatan rangkanya akan berkurang.
"Itu nanti ada risikonya juga karena kan, kekuatannya sudah berbeda. Pasti, kan, berbeda kekuatan frame (rangka)nya," ucap Head of After Sales Field of Region I Department PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Abdul Rauf.
Sebenarnya, lanjut Rauf, mereka yang memilik mobil dengan sasis ladder frame mempunyai jalan keluar lain yaitu membeli sasis baru untuk mengganti yang lama. Mitsubishi sendiri, terang dia, memungkinkan hal itu, meski mereka yang membeli sasis masih amat jarang sekali.
"Selama saya di bagian purnajual baru, ada satu konsumen yang membeli sasis. Mobilnya Pajero Sport. Baru bulan kemarin sasisnya kami sediakan," paparnya lagi.
Padahal, biaya membeli dan mengganti sasis masih relatif jauh lebih murah ketimbang membeli mobil baru. Jika dikerjakan di bengkel dan pabrik milik Mitsubishi, hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan.
"Harga sasisnya mungkin Rp10-20 juta. Biaya ketuk (nomor) sasisnya juga tak mahal, tak sampai Rp1 juta. Biaya totalnya tergantung berapa suku cadang yang harus diganti dan biaya pengerjaan. Tapi tak sampai Rp100 juta, lah," tandas Rauf.
Baca Juga: Tersangka Tabrakan Pengemudi Livina, Diduga Dibawa Kabur
Proses paling rumit dari penggantian sasis adalah pada proses perizinannya di kepolisian untuk mengetuk nomor sasis di komponen yang baru.
"Proses (perbaikannya) nya sih enggak terlalu rumit. Yang penting adalah kalau mau ganti sasis harus cek fisik ulang dan yang lakukan polisi. Nanti oleh mereka mobil diesek-esek, dilihat kondisinya bagaimana, setelah itu polisi akan terbitkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) pengecekan ulang kendaraan itu. Setelah itu, mereka cek apa nomor sasis bersih atau tidak," sambung Rauf.
"Kalau bersih, mereka akan keluarkan surat rekomendasi pengetukan ulang nomor sasis atau mesin. Kalau tidak ada rekomendasi, kami tidak berani. Surat pengantar untuk ke kepolisian biasanya dari diler resmi kami," lanjutnya menjabarkan lebih rinci.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas
-
Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri
-
Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama
-
Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru
-
Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
-
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil
-
Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil