Suara.com - Ketua Umum Komunitas Toyota Avanza Veloz (Velozity), Bambang Bangun Wibowo memberikan tanggapan terkait rencana Polda Metro Jaya untuk mengadakan tes psikologi dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Menurut pria yang akrab disapa Bambang, tes psikologi sebenarnya sah saja dilakukan, tapi bukan menjadi faktor utama dalam pembuatan SIM.
"Sebenarnya kebijakan Polda Metro Jaya dengan syarat tes psikologi baik-baik saja. Tapi sebenarnya yang lebih penting soal ketrampilan mengemudi dan pengetahuan terhadap rambu lalu lintas," ujar Bambang disela Halal Bihalal TOC 2018, Sabtu (23/6/2018).
Ia menambahkan, selama ini tes psikologi lebih ditujukan untuk pemohon SIM angkutan umum. Kalau untuk angkutan umum memang penting, karena tidak hanya mengemudi kendaraan pribadi, tapi dia juga membawa banyak orang.
"Jadi psikologinya membutuhkan mental yang baik. Kalau mobil pribadi saya rasa lebih keketrampilan dan wawasan berlalulintas," ungkapnya
Rencananya tes psikologi akan diterapkan untuk masyarakat yang ingin memperpanjang maupun membuat SIM baru mulai 25 Juni 2018. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor psikologi.
Sedangkan penerapan tes psikologi bagi penertiban SIM merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan sebagainya yang dituangkan dalam pasal 36 peraturan Kapolri No 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat