Suara.com - Tak hanya di Indonesia, ojol dan taksol juga sudah jadi bagian sehari-hari di kehidupan negara tetangga, seperti Malaysia dan juga Singapura. Pengalaman menjajal taksol juga dirasakan Nadirsyah Hosen atau kerap disapa Gus Nadir. Bukan di Indonesia, Gus Nadir membagikan pengalamannya menggunakan taksi online di Malaysia.
Gus Nadir membagikan pengalaman singkatnya melalui jejaring Twitter. Lewat akun pribadinya @na_dirs, dosen tetap di Fakultas Hukum Monash University, Australia ini hanya mencuit sekali, tentang pengalamannya dengan taksi online.
Diketahui, Gus Nadir sedang menunggangi taksi online Grab di Kuala Lumpur, Malaysia. Sang sopir taksol sempat dihentikan oleh polisi karena salah jalur.
Alih-alih dikenakan tilang, polisi tadi malah mempersilakan taksi online yang ditunggangi Gus Nadir untuk melanjutkan perjalanan.
"Naik Grab di KL (Kuala Lumpur), polisi menyetop, bilang tadi salah jalur. Setelah itu, kami dipersilakan lanjut setelah sopir dikasih tahu dan mengakui kesalahannya. Nggak kena tilang, nggak juga nyogok. Ada unsur edukasi ke sopir. Saya duduk santai di belakang - nggak pakai baca wiird," tulis @na_dirs.
Cuitan Gus Nadir itu, ternyata banyak direspons oleh warganet. Cuitan tersebut bahkan mendapat lebih dari tiga ribu likes.
Tapi dari sekian banyak komentar, ternyata tak sedikit yang malah menyinggung sikap polisi di Malaysia dan di Indonesia.
"Polisi di KL nggak kayak polisi di Indonesia. Kalo di sini, tak sengaja melanggar karena tidak tahu, pokoknya tilang. Nggak ada edukasi-edukasian," kata @Gunardi_Dani.
"Tergantung, pak polisinya mas. Di Indonesia juga gitu kok, ada polisi yang memberi edukasi seperti di Malaysia seperti yang mas temui, ada juga yang langsung main tilang." Ujar @Mr_Ahmatt.
Baca Juga: Tak Mau Terkena Suspend, Driver Ojol Nekat Lakukan Hal Ini Demi Customer
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam