Suara.com - Pandemi Virus Corona, Coronavirus atau COVID-19 telah membuat pemerintah Italia melakukan isolasi, lockdown atau karantina terhadap provinsi-provinsinya. Tak terkecuali kawasan Pesaro e Urbino, tempat rider legendaris MotoGP, Valentino Rossi dilahirkan.
Alih-alih berdiam diri menanti isolasi atau lockdown yang berlangsung satu bulan, The Doctor menjadi sosok berpengaruh dalam memberikan dan menggerakkan donasi untuk membantu rumah sakit Italia menangkal penyebaran Virus Corona.
Dikutip dari Paddock GP, Valentino Rossi dan beberapa tokoh masyarakat bahu-membahu mengumpulkan donasi sejak Senin (9/3/2020), dengan partisipan tembus di atas 3 ribu donatur dari seluruh Italia dan negara di sekitarnya.
Adapun nominal yang terkumpul mencapai 3,6 juta Euro atau sekitar Rp 60,4 miliar. Dana ini lantas dipakai untuk pembelian obat, riset penanganan COVID-19, tempat tidur tambahan bagi rumah sakit sampai biaya kesehatan lainnya.
Sebagai catatan, Italia menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak terdampak pandemi Virus Corona di luar China. Perdana Menteri Italia, Giussepe Conte mengambil keputusan menutup akses berbagai provinsi yang terbilang parah terkena serangan COVID-19. Mirip seperti keputusan pemerintah China menjelang Tahun Baru Imlek atau Sinchia. Alhasil, warga harus berdiam diri di rumah masing-masing, seperti masyarakat Kota Wuhan, lokasi episentrum pergerakan Coronavirus pertama kali.
Dan buat Valentino Rossi sendiri, adanya pandemi Virus Corona membuatnya tak bisa berlatih, sementara kalender seri perdana MotoGP di Qatar juga dibatalkan. Selain Qatar, MotoGP seri Thailand, Amerika Serikat, dan Argentina juga dipastikan diatur ulang penyelenggaraannya.
Harapan para penggemar Valentino Rossi pada khususnya, dan penggemar olah raga otomotif pada umumnya, serta seluruh umat manusia tentu saja wabah COVID-19 segera berlalu.
Mobimoto.com/Gagah Radhitya Widiaseno
Baca Juga: Ini Pemenang Anugerah Pewarta Astra 2019, Berhadiah Produk Otomotif
Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV