Suara.com - Negeri otomotif, Jerman akan mewajibkan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di negaranya menyediakan pengisian daya untuk baterai mobil listrik.
Hal tersebut dilakukan oleh negara tempat lahir beragam merek otomotif ternama itu sebagai upaya untuk mendorong permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Langkah ini dapat memberikan dorongan signifikan terhadap permintaan kendaraan listrik bersama dengan rencana stimulus yang lebih luas yang mencakup pajak untuk pemilikan kendaraan pembakaran konvensional dan subsidi 6.000 euro bagi kendaraan listrik.
Pengumuman Jerman mengikuti rencana Prancis untuk meningkatkan penjualan mobil listrik yang diumumkan minggu lalu oleh Presiden Macron.
Ini adalah komitmen yang sangat jelas untuk kendaraan bertenaga baterai dan menetapkan mobilitas listrik sebagai teknologi masa depan, "spesialis penyimpanan energi The Mobility House, yang investornya termasuk Daimler, dan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, mengatakan.
"Secara internasional ini menempatkan Jerman dalam kelompok pendukung kendaraan listrik baterai terkemuka," kata mereka sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu (7/6/2020).
Sebagai bagian dari stimulus pemerintah, 2,5 miliar euro akan dihabiskan untuk produksi sel baterai dan infrastruktur pengisian, bidang di mana perusahaan minyak utama, utilitas dan pembuat mobil, termasuk Shell, Engie, dan Tesla, berlomba-lomba untuk mendominasi.
Permintaan pelanggan untuk mobil listrik telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang jangkauan operasi kendaraan yang terbatas.
Di Jerman, mobil listrik hanya mengambil porsi 1,8 persen dari registrasi mobil penumpang baru tahun lalu, dengan mobil diesel dan bensin masing-masing menyumbang 32 persen dan 59,2 persen.
Baca Juga: Kisah Idola Valentino Rossi saat Naik Motor Bebek di Jatim, Bikin Nostalgia
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?