Suara.com - Para peminat mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) yang berada di Asia tampaknya harus menunggu lebih lama bila ingin memiliki Volkswagen ID.4. Pasalnya perusahaan asal Jerman ini lebih memprioritaskan produk itu ke pasar Eropa dan Amerika Serikat terlebih dahulu. Pabrikan yang berbasis di Stuttgart itu menargetkan penjualan 500 ribu unit di seluruh dunia hingga tahun 2025.
Dikutip kantor berita Antara dari Economic Times, Sabtu (19/9/2020), mobil listrik Volkswagen kategori Sport Utility Vehicle (SUV) yang menggunakan platform terbaru modular Electric Drive Matrix atau MEB ini akan menyasar pasar otomotif yang sudah jadi atau telah matang.
Kalaupun ada negara di benua Asia yang diperhitungkan Volkswagen untuk diisi Volkswagen ID.4 maka satu-satunya adalah China. Alasannya, pasar mobil listrik di Negeri Tirai Bambu sudah berkembang. Satu lagi, sangat potensial sebagai usaha berbagi kue dengan Tesla yang memiliki pabrik Gigafactory di Shanghai, China.
Ralf Brandstatter, Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Brand menyatakan bahwa pihaknya tidak mengirimkan Volkswagen ID.4 ke pasar Asia, termasuk India meskipun VW memiliki pabrik di sana. Alasannya, negara-negara Asia masih membutuhkan pengembangan infrastruktur mobil listrik.
"Saat ini, kami merasa pasar di sana belum matang. Perlu pengembangan infrastruktur mobil listrik yang terlalu mahal untuk pasar mereka," papar Ralf Brandstatter.
Lebih lanjut, disebutkannya bahwa perusahaan perlu mempelajari prospek kendaraan listrik yang lebih terjangkau di negara-negara dengan infrastruktur belum berkembang.
Toh ia menyatakan bahwa negara dengan infrastruktur kendaraan listrik yang terbatas bisa mencoba peluang sepeda motor listrik karena faktor investasi dan harga jual yang lebih terjangkau. Dan ia menyebutkan bahwa Volkswagen tetap menilai bahwa Asia merupakan pasar mobil listrik yang potensial di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat
-
Tantangan Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Meksiko Ingin Pecah Kutukan, AS dan Kanada Bidik Sejarah
-
Skuad AS di Piala Dunia 2026 Diumumkan, Pochettino Buat Gebrakan Coret Pemain Ini
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil di Luar Jepang, Terdampak ke Asia dan Timur Tengah
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air