Suara.com - Mobil pribadi berfungsi sebagai sarana transportasi, bagian dari gaya hidup juga menjadi aset. Nilainya akan terus mengalami depresiasi seiring berjalannya waktu. Serta memiliki masa kelayakan pakai yang berbeda-beda. Itulah sebabnya, mengapa para pemilik mobil kerap mengganti mobilnya setiap beberapa tahun sekali.
Dan buat urusan pembelian ini, kebanyakan membutuhkan pertimbangan finansial.
Berikut adalah riset dari Lifepal mengenai waktu yang tepat harus mengganti mobil lama dengan mobil baru.
1. Jika pindah tempat tinggal ke zona rawan banjir
- Jika saat ini memiliki mobil sedan, hatchback, atau city car, mengganti mobil ke minibus atau SUV dengan ground clearance lebih tinggi adalah hal yang tepat dilakukan. Memakai mobil dengan ground clearance pendek di wilayah ini akan menimbulkan masalah di musim hujan.
- Biaya perbaikan atas kerusakan terkait banjir juga tidak murah. Malah tak jarang biaya perbaikan membuat kantong bolong.
2. Saat momongan bertambah
- Mobil lima penumpang mungkin masih nyaman digunakan untuk keluarga muda, atau keluarga kecil dengan satu anak. Namun apa kabarnya jika momongan bertambah satu dan anggota keluarga menjadi empat orang?
- Besar kemungkinan, mobil saat ini akan terasa sempit dan tidak lagi nyaman dipakai bepergian sekeluarga. Mengganti mobil lama menjadi mobil tujuh penumpang tentu menjadi ide yang cukup baik.
3. Saat suku cadang mobil mulai langka dan perawatan mahal
- Semakin tua mobil maka semakin banyak pula suku cadang yang harus diganti. Selain itu, kondisi mobil pun tidak lagi sama seperti saat masih baru.
- Sama halnya dengan manusia. Makin tua usia, makin tinggi ancaman penyakit kritis yang muncul dan mengancam nyawa.
- Tidak menutup kemungkinan, suku cadang dari mobil yang kita miliki menjadi semakin sulit dicari di pasaran. Kondisi mesin yang sudah tak prima pun membuat kita harus bolak-balik bengkel, yang akhirnya menguras tabungan kita sendiri.
4. Ketika punya dana yang "cukup"
- Gantilah mobil dengan yang baru jika memang kondisi keuangan cukup sehat. Hal itu ditunjukkan dari jumlah ketersediaan uang tabungan saat ini.
- Jikalau mengganti mobil baru akan berdampak menghabiskan seluruh tabungan dan dana darurat, maka urungkanlah niat itu, carilah alternatif mobil yang yang lebih murah.
5. Saat estimasi biaya perawatan dan operasional mobil baru incaran "terjangkau"
- Untuk apa membeli mobil dengan kapasitas mesin lebih besar dari saat ini. Untuk apa pula membeli mobil dengan merek yang harga suku cadangnya terkenal jauh lebih mahal dari mobil sekarang.
- Sejatinya, sah-sah saja membeli mobil dengan spesifikasi lebih tinggi dari yang dimiliki saat ini. Asalkan penghasilan juga sudah bertambah dengan cukup signifikan.
- Jangan hanya karena faktor keinginan, maka mengabaikan faktor keuangan dan memaksakan diri untuk membeli mobil dengan spesifikasi lebih tinggi.
6. Ketika pajak mobil baru yang diinginkan terjangkau
Baca Juga: Asuransi Astra Raih Sertifikasi ISO 27001:2013
- Bukan hanya spesifikasi, biaya perawatan, dan harga suku cadang yang harus diperhatikan. Besaran pajak tahunan juga tidak boleh luput dari perhatian.
- Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu pengeluaran yang bersifat wajib dibayarkan. Ketika pajak mobil baru terlampau tinggi, maka pengeluaran pasif pertahun juga akan semakin tinggi.
7. Di saat siap membayar premi asuransi mobil
- Mobil tanpa asuransi mobil tentu saja tidak lengkap. Karena hanya asuransi satu-satunya yang bisa memberikan perlindungan atas kerugian finansial, dan terhadap segala risiko.
- Ada beberapa komponen yang harus diketahui terkait besaran premi asuransi mobil. Pertama adalah wilayah (domisili mobil), kedua adalah kategori harga mobil, dan yang terakhir adalah jenis asuransi yang dipilih yaitu All Risk (comprehensive) atau Total Loss Only (TLO).
Berita Terkait
-
Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Daftar Daerah yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan
-
Astra UD Trucks Tegaskan Komitmen pada Kelestarian Lingkungan di Boja Farm
-
Menanti Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Taksi Green SM, VinFast Indonesia Berdalih Entitas Berbeda
-
Perpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir
-
Misi Pebalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Jelang Debut Moto3 Junior di Spanyol
-
Usai Gagal Merger dengan Honda, Ini 3 Strategi Nissan untuk Bangkit
-
Jakarta-Bali Tanpa Pusing Isi BBM? Membedah Gila-gilaan Jarak Tempuh Teknologi Mobil BYD DM
-
Nissan Tertarik Gelontorkan Mobil Murah tapi Bukan EV
-
Kecanggihan Baterai Blade BYD Dinilai Berpotensi Jadi Beban Biaya Perawatan Bagi Konsumen
-
Bukan Avanza atau Xpander, Low MPV Bekas Rp 100 Jutaan Ini Punya Bantingan Suspensi Khas Mobil Eropa