Suara.com - Kekurangan pasokan bahan bakar di Britania Raya telah membuat pemilik kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebih atau terjadi panic buying. Alhasil terjadi penumpukan di sejumlah Stasiun Umum Pengisian Bahan Bakar atau SPBU alias petrol station di kota-kota seantero Negeri Ratu Elizabeth II.
Selain merilis keputusan penerbitan visa kerja sementara untuk driver truk HGV (Heavy Goods Vehicle) dan menyerukan kepada warga agar tidak panic buying, pemerintah Britania Raya menempatkan militer dalam keadaan siaga. Tujuannya antisipasi kondisi pembelian BBM di luar batas yang dibolehkan.
Sebagai catatan, keterlambatan pengiriman logistik dari daratan Eropa ini disebabkan kondisi masa pandemi COVID-19, keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa sehingga para pengemudi truk tidak dapat bekerja dengan skema free movement di negara itu.
"Industri bahan bakar memperkirakan permintaan akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang. Kami telah mengambil langkah pencegahan," kata Kwasi Kwarteng, Sekretaris Negara untuk Strategi Bisnis, Energi, dan Industri di Inggris, dikutip dari Autoevolution.
Kwarteng menambahkan, jika diperlukan, pengerahan personel militer akan disiapkan untuk membawa rantai pasokan BBM tambahan sebagai tindakan sementara.
"Militer bisa dikerahkan untuk membantu meringankan tekanan yang disebabkan oleh lonjakan permintaan bahan bakar lokal," ungkapnya.
Peningkatan permintaan bahan bakar telah mengakibatkan sekitar 50-90 persen pompa bahan bakar kering di wilayah Britania Raya.
Asosiasi Pengecer Bensin (PRA) mengatakan meskipun tidak ada kekurangan bahan bakar, ada hambatan besar dalam transportasi bensin dan solar ke SPBU di seluruh negeri.
Kelompok perdagangan industri mengatakan bagian dari masalah ini adalah banyak mobil membeli bahan bakar secara berlebih sebagai cadangan.
Baca Juga: Rolls-Royce Kenalkan Mobil Listrik Murni Spectre, Siap Produksi 2023
"Permintaan akan kembali ke tingkat normal dalam beberapa hari mendatang dan itu akan mengurangi tekanan pada stasiun bahan bakar," ungkap PRA.
Pemerintah Inggris sendiri coba mengatasi masalah kelangkaan BBM dengan mengeluarkan visa sementara untuk sekitar 5.000 pengemudi truk asing. Selain itu, pemerintah juga menawarkan kepada para mantan pengemudi truk untuk kembali bekerja untuk mempercepat pasokan BBM.
Berita Terkait
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga
-
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
-
Jejak Berdarah Mayjen Jasper Jeffers yang Ditunjuk Amerika Serikat jadi Komandan ISF di Gaza
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet