Suara.com - Armada transportasi online dinilai memiliki dampak lebih kecil terhadap lingkungan karena mereka menggantikan mobil milik pribadi.
Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bila pernyataan tersebut tidaklah benar.
Sebuah studi tentang emisi yang dihasilkan armada transportasi online, para peneliti dari Carnegie Mellon University menyimulasikan, penggantian perjalanan kendaraan pribadi dengan layanan transportasi online di enam kota Amerika Serikat (AS).
Mereka menemukan bahwa transportasi online umumnya lebih baru, mobil tahun baru mengeluarkan lebih sedikit polusi dan mampu menghasilkan penurunan emisi 50 hingga 60 persen saat pertama kali mobil dinyalakan.
Faktanya, transportasi online juga menggunakan sekitar 20 persen lebih banyak bahan bakar.
Dengan demikian mobil mengeluarkan lebih banyak emisi gas rumah kaca karena jarak yang ditempuh.
Peneliti menyimpulkan bahwa biaya keseluruhan terkait dengan kemacetan lalu lintas, kecelakaan dan kebisingan meningkat sebesar 60 persen dengan banyaknya transportasi online.
Biaya yang dikeluarkan bahkan bisa meningkat signifikan, jika semua masyarakat beralih ke transportasi online, dikutip dari Auto News, Sabtu (2/10/2021).
Hasil studi yang ditemukan sebenarnya tidak jauh berbeda dari hasil peneliti MIT dan Harvard, menemukan bahwa armada robot taksi listrik dalam beberapa kasus dapat benar-benar meningkatkan polusi.
Baca Juga: Anies: Kemacetan dan Isu Lingkungan Tetap Ada di Jakarta Meski Ibu Kota Dipindah
Selain itu, dampak layanan ini terhadap transportasi umum sangat jelas terlihat.
Sebuah studi terpisah dari peneliti University of North Carolina dan University of Michigan menyatakan bahwa armada transportasi online telah mengkatalisasi penurunan di banyak sistem transportasi umum.
Berita Terkait
-
Gawat! Kebakaran Hutan Bikin Risiko Terkena Penyakit Pernapasan Meningkat Pesat
-
Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
-
PPnBM Emisi Berlaku Oktober, Ini Kata DFSK
-
Bos Toyota: Transisi Menuju Mobil Listrik Akan Menimbulkan Masalah di Jepang
-
Studi Terbaru, Bekerja dari Rumah 4 Hari Seminggu Tekan Polusi Udara
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Terpopuler: Koleksi Kendaraan Raja Juli Disorot, Mobil Bobby Nasution Terbakar?
-
5 Moge dengan Perawatan dan Pajak Murah, Cocok Buat Tampil Gagah
-
Penampakan Nissan Gravite Diuji Coba Beredar: Pesaing Avanza, Harga Diprediksi 100 Jutaan
-
Sudah Jarang Digunakan, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang
-
5 Mobil Matic Bekas Selevel Brio Satya, Tangguh Taklukkan Tanjakan dan Jarak Jauh
-
Harga Naik Tipis, Ini Daftar Terbaru Yamaha Gear Ultima Januari 2026
-
6 Mobil Bekas 8 Seater untuk Mudik 2026, Kabin dan Bagasi Lega
-
Seirit Brio tapi Muat 7 Orang, Ini 5 Rekomendasi Mobil Matic Keluarga yang Layak Dipilih
-
Alternatif Toyota Yaris, Suzuki Baleno Bekas Menang Telak di Kenyamanan, Harga Cocok untuk Karyawan
-
5 APV Bekas Harga 50 Jutaan Cocok untuk Keluarga dan Usaha, Kabin Lega Muat Banyak Barang