Suara.com - Gubernur New Jersey, Phil Murphy mengumumkan program insentif kendaraan listrik bagi masyarakat yang ingin membeli atau menyewa kendaraan listrik.
Murphy menawarkan insentif hingga $ 4.000 atau setara Rp 60 juta dari harga kendaraan listrik atau plug-in hybrid baru.
"Tidak ada keraguan bahwa era telah berubah, dan kendaraan listrik sekarang menjadi alternatif yang sah dan setara dengan mobil pembakaran internal," kata Murphy dalam sebuah acara dikutip dari Carscoops pekan ini.
Murphy menambahkan, program ini sekarang sudah berjalan di tahun ketiga. Saat ini lebih dari 13.000 kendaraan listrik berkeliaran di jalan di New Jersey.
Program ini merupakan bagian dari Rencana Induk Energi New Jersey, yang menyerukan negara bagian untuk mencapai 100 persen energi hijau pada tahun 2050.
Murphy mengatakan bahwa sektor transportasi menyumbang lebih dari 40 persen emisi gas rumah kaca negara bagian.
"Semua penjualan dan pemesanan kendaraan listrik dan plug-in hybrid baru akan mendapatkan diskon mulai 25 Juli. Pembeli dapat mengajukan permohonan program di tempat penjualan," ujar Murphy.
Insentif kendaraan listrik yang tersedia bagi penduduk New Jersey berlaku untuk kendaraan seharga kurang dari $45.000. Sedangkan kendaraan dengan harga antara $45.000 dan $50.000 akan mendapatkan insentif sebesar $2.000.
Ba digabungkan dengan potongan pajak federal untuk kendaraan listrik yang saat ini bernilai $7.500, penduduk New Jersey dapat memperoleh potongan hingga $11.500 dari harga pembelian kendaraan listrik baru jika nilainya kurang dari $45.000.
Baca Juga: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik Harus Terintegrasi Lintas Sektor
Berita Terkait
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
-
Teknologi REEV yang Banyak Ditawarkan pada Mobil China Sama dengan PHEV? Begini Penjelasannya...
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km
-
Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox
-
Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung
-
Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru
-
Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta
-
5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga
-
Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman