Suara.com - Bertujuan untuk mempermudah pemantauan data kendaraan melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), kekinian Korps Lalu Lintas Polri tengah mengembangkan pemasangan chip dan QR code di pelat nomor kendaraan bermotor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Dikutip dari kantor berita Antara, Kepala Korlantas Polri atau Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menyatakan bahwa penggunaan teknologi QR code dan chip pada pelat nomor kendaraan ini untuk mengetahui keabsahan pelat nomor kendaraan.
"Kami sedang mengembangkan pelat nomor dengan QR code dan chip untuk mengetahui pelat nomor kendaraan itu asli atau palsu," jelasnya.
Irjen Pol Firman Santyabudi mengatakan bahwa kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas masih rendah. Sejak tilang elektronik (ETLE) dioptimalkan justru diakali oleh masyarakat untuk melakukan pelanggaran. Yaitu menghindari pelat nomor terbaca kamera ETLE dengan cara mencopot pelat nomor kendaraan.
Selain itu, masyarakat juga masih ada yang menggunakan pelat nomor kendaraan tidak sesuai standar (palsu) yang dibeli lewat penjaja kaki lima di jalanan.
Untuk itu, Korlantas Polri mempertimbangkan untuk mengkombinasikan penerapan tilang elektronik dan tilang secara manual.
"Kenapa kami harus pertimbangkan, salah satunya kesadaran masyarakat bukannya muncul ketika ada polisi melakukan penilangan, tetapi pelat nomor di belakang dicopot, diganti, bahkan beberapa dengan sengaja melanggar," tandas Irjen Pol Firman Santyabudi.
Terkait hal itu, petugas polisi lalu lintas (polantas) tidak diam saja. Setiap pelanggaran yang memiliki potensi kecelakaan lalu lintas diberikan tindakan peringatan.
Irjen Pol Firman Santyabudi mengatakan telah memberikan arahan kepada jajarannya bahwa polantas di jalan tidak harus menilang. Akan tetapi memberikan peringatan, dengan maksud agar di kalangan masyarakat muncul kesadaran tertib berlalu lintas, mematuhi peraturan.
Jika belum ada kesadaran maka penegakan hukum dengan kehadiran polisi akan dimunculkan kembali. Korlantas Polri juga melengkapi ETLE di lapangan. Salah satunya lewat penggunaan teknologi QR code dan chip pada pelat nomor kendaraan.
"Kalau masyarakat tidak sadar, kami tidak perlu belanja mahal-mahal seperti ini. Efektivitas penegakan hukum itu bisa terjadi bila polisi, masyarakat, dan penegakan hukum bisa berjalan dengan baik," tukas Irjen Pol Firman Santyabudi.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli pelat nomor palsu yang dijual di pasaran. Polri segera memperbaiki kualitas pelat nomor kendaraan bermotor, sehingga di masa mendatang tidak akan ada pembiaran terhadap penggunaan pelat nomor tidak sesuai standar.
Irjen Pol Firman Santyabudi menegaskan, penegakan hukum merupakan langkah terakhir. Pihaknya mendorong menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa penggunaan kendaraan bermotor tanpa pelat nomor biasanya digunakan pelaku kejahatan begal.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas, Korlantas Polri juga menggiatkan kembali patroli jalan raya.
Berita Terkait
-
ESDM Mau Perpanjang Kebijakan Pembelian BBM Subsidi Tanpa QR Code di Aceh, Sumut, Sumbar
-
Wajib QR Code untuk Beli Pertalite, Ini Syarat dan Cara Daftar MyPertamina
-
Pelat Nomor Ditutup Jadi Target Khusus Operasi Zebra, Polda Metro: Biasanya Pelaku Kejahatan!
-
Revolusi Digital Korlantas: Urus SIM, STNK, BPKB Kini Full Online dan Transparan, Pungli Lenyap
-
QRIS Antarnegara: Simbol Indonesia Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital ASEAN
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
-
5 Motor Matic Kecil untuk Wanita, Cocok buat Belanja hingga Ngampus
-
Dibuka Pekan Depan, IIMS 2026 Dibanjiri Brand Otomotif Asal China
-
Langkah Strategis Mazda Hadirkan Dealer Standar Global di Mataram
-
Terpopuler: Fitur Baru Xpander Makin Stabil di Tikungan, Mobil Gampang Dirawat Jarang ke Bengkel
-
7 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Ibu-Ibu yang Lincah dan Gesit, Mulai Rp60 Jutaan
-
7 Mobil Mungil yang Gampang Dirawat dan Tidak Sering ke Bengkel
-
Mengenal Teknologi AYC yang Bikin Mitsubishi Xpander Terbaru Makin Stabil di Tikungan
-
4 Mobil Bekas Toyota dari yang Mewah dan Reliabel hingga Super Langka, Mesin Serba Mirip!
-
Beli Mobil Bekas Pajak Mati, Bagaimana Mengurusnya? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan