Suara.com - Situasi pasar sepeda motor nasional Italia pascapenyelenggaraan EICMA atau Pameran Internasional Sepeda Motor dan Aksesoris Italia ke-80 yang baru saja berlalu tetap dalam kondisi seru. Asosiasi Industri Kendaraan Roda Dua dan Aksesoris Italia atau Confindustria ANCMA melaporkan angka pemasaran dalam negeri terus tumbuh dua digit.
Akan tetapi, ANCMA juga menggarisbawahi situasi berbeda untuk pasar sepeda motor listrik atau Electric Vehicle (EV) roda dua Italia. Pemberian intensif dari negara untuk produk sepeda motor listrik yang sudah diakhiri membuat pemasaran jenis ini tidak lagi seramai dahulu. Saat dilakukan penggalakkan pemasaran yang ditopang pemberian insentif.
Dikutip dari rilis resmi ANCMA sebagaimana diterima Suara.com, menutup November, di pasar sepeda motor listrik Italia terjadi penurunan sebesar 63,68 persen, disebut sebaga hasil terburuk tahun ini, dan hanya mampu menjual 544 unit EV sepeda motor bulan lalu.
Selesainya termin pemberian insentif negara rupanya sanggup melumpuhkan pasar listrik. Skuter listrik sangat sulit kondisinya, merugi dengan persentase 70,98 poin atau hanya bisa dilego 285 unit.
“Mengingat data ini – yang kita baca dalam catatan ANCMA – tampaknya perlu untuk segera mengaktifkan kembali insentif dengan bantuan uang muka sebesar 5,6 juta euro atau sekira Rp 9,4 miliar bagi calon pembeli. Angkanya sendiri berasal dari kampanye 2022 dan yang masih belum digunakan hingga saat ini," demikan tulis ANCMA.
"Mengingat pasar sepeda roda empat listrik (quadricicli elettrici) diperkirakan akan menguat pada 2024, peningkatan dana Ecobouns yang dialokasikan untuk pasar roda dua listrik ini mesti segera direalisasikan," lanjut ANCMA.
Kemudian, mengingkat pihak parlemen Italia tengah mendiskusikan revisi road map untuk industri kendaraan roda dua, ANCMA berharap agar imbauan mereka tentang upaya mempromosikan penggunaan roda dua yang telah diserahkan kepada Pemerintah agar diterima. Sehingga dengan demikian ANCMA mampu mempertahankan tren penjualan yang positif.
Situasi terus didorongnya pemasaran sepeda motor di Italia ini didasarkan ANCMA kepada hasil penjualan 2023 yang menjadi terbaik sejak 2011, dengan pertumbuhan mencapai 16 persen dibandingkan angka perolehan 2022. Sampai saat ini, produk roda dua yang telah didaftarkan untuk keperluan pajak dan kepemilikan mencapai 330 ribu unit.
Untuk bulan lalu, ANCMA mencatat kenaikan penjualan sepeda motor mencapai 15,2 persen. Meski pun terjadi penurunan signifikan dari jumlah sepeda motor, namun tetap berada di wilayah positif. Dengan demikian, 2023 terus mengukuhkan kondisi sebagai tahun terbaik sejak 2011 untuk tren registrasi sepeda motor, skuter, dan moped di Italia.
Baca Juga: Penjualan Kendaraan Tembus Rp 6,71 T Namun Baru 2,91 Persen di Antaranya Bertenaga Listrik
Berdasarkan data ANCMA, dengan penjulan mencapai 16.784 unit, November adalah bulan dengan kinerja paling rendah untuk pasar 2023, namun tetap berada di wilayah positif (1,78 persen dibandingkan 2022). Diperkirakan, pertumbuhan sepeda motor terus tumbuh pesat dengan peningkatan sebesar 15,26 persen dan tercatat sebanyak 7.363 unit.
Namun, untuk pertama kalinya selama 2023, terjadi penurunan pasar skuter (juga karena hasil kinerja negatif sektor kendaraan listrik dibandingkan dengan +43 persen pada November 2022), yang kehilangan 3,88 persen dan menempatkan 8.382 unit kendaraan di pasar nasional.
Meskipun terjadi perlambatan pada bulan lalu, pasar kumulatif pada 2023 terus tumbuh dua digit: +16,07 persen dan terjual sebanyak 327.866 unit. Performa terbaik tetap dimiliki sektor kutik dengan jumlah kendaraan terdaftar sebanyak 168.942 kendaraan atau meningkat sebesar 21,22 persen; performa sepeda motor juga sangat baik, tumbuh 14,84 persen dengan jumlah kendaraan sebanyak 141.031 kendaraan; moped tetap berada di urutan terbawah dengan penjualan 17.893 unit, setara dengan penurunan 11,87 persen.
Sebentar lagi memungkas 2023, tentu saja harapan ANCMA adalah angka penjualan meningkat untuk mempersiapkan awal tahun dengan kemungkinan persiapan model-model baru.
Berita Terkait
-
Mike Maignan Setuju Perpanjang Kontrak, Chelsea Gigit Jari
-
Bursa Transfer Serie A Italia: Lazio Rekrut Kenneth Taylor, Fiorentina Datangkan Eks AC Milan
-
Dusan Vlahovic Berpeluang Comeback Lebih Cepat, Juventus Bidik Laga Panas Kontra Inter
-
Sassuolo Dihajar Juventus, Ini Momen Blunder Jay Idzes
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km
-
4 Mobil Sebandel Panther dengan Desain Lebih Modern, Cocok di Jalanan Menanjak
-
5 Mobil Keluarga Kuat di Tanjakan dan Perjalanan Jauh, Sparepart Melimpah
-
4 Pilihan Mobil Bekas dengan AC Paling Dingin, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
5 Rekomendasi Motor Bekas dengan Body Gagah, Bisa Dibeli Modal Budget Rp10 Jutaan
-
5 Pilihan Mobil Bekas dengan Sparepart Paling Melimpah di Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser Harga di Bawah 100 Juta: Ramah Lansia dan Anak
-
Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026