Otomotif / Mobil
Kamis, 06 Juni 2024 | 19:10 WIB
Logo Nissan. (Shutterstock)

Suara.com - Nissan memutuskan untuk menghentikan produksi mobil berbahan bakar bensin dan fokus pada kendaraan listrik (EV)sebagai kendaraan masa depan.mo

Nissan bahkan dikabarkan telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mengembangkan kendaraan istrik sebagai fokus perusahaan.

Senior Vice President dan Chief Planning Officer Nissan untuk AMIEO Francois Bailly mengatakan bahwa EV adalah masa depan.

"Masa depan kami adalah EV dan kami tidak berinvestasi pada mesin untuk bensin dan itu sudah pasti," ujar Francois Bailly, dikutip dari Carscoops, Kamis (6/6/2024).

Peralihan Nissan ke EV akan mengandalkan teknologi e-Power yang selama ini dikembangkan perusahaan asal Jepang tersebut.

Adapun sistem hybrid ini menggunakan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi daya baterai, bukan untuk menggerakkan roda secara langsung.

Hal ini memungkinkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa, dengan target Nissan untuk meningkatkan efisiensi termal mesin pembakaran hingga 50%.

Pada awal 2021, Nissan mengumumkan bahwa prototipe e-Power mencapai kesuksesan besar dalam pengujian.

Dengan fokus pada EV dan teknologi e-Power yang inovatif, Nissan menunjukkan komitmennya untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dalam industri otomotif.

Baca Juga: Isuzu Akui Sulit Kembangkan Kendaraan Listrik untuk Segmen Komersial

Apa yang dilakukan Nissan tentu berbanding terbalik dengan beberapa pabrikan asal Jepang, seperti Toyota, Subaru, dan Mazda yang terus berinvestasi pada pengembangan mesin kendaraan konvensional.

Bahkan raksasa otomotif Toyota telah memberikan tanggapan bahwa kendaraan listrik bukan satu-satunya pilihan sebagai kendaraan masa depan.

Load More