Suara.com - Dalam langkah yang menggemparkan industri otomotif global, Chery telah mencatatkan prestasi bersejarah dengan menghadirkan lini produksi baterai solid-state bertaraf GWh (Gigawatt per hour) pertama di dunia. Terobosan ini tidak hanya menandai era baru dalam teknologi penyimpanan energi, tetapi juga memperkuat posisi Chery sebagai pionir inovasi otomotif global.
Dilansir dari Autopro, Proyek ambisius ini mengambil lokasi strategis di Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Wuhu, Provinsi Anhui, dengan area pengembangan tahap pertama mencakup 100 ribu meter persegi. Anhui Anwa New Energy Co., Ltd., anak perusahaan Chery Holdings yang didirikan pada 2020, memimpin pengembangan ini dengan dukungan investor internasional seperti GPSC (Thailand), Azeba (Jepang), dan Gotion Hi-Tech.
Baterai solid-state Chery menawarkan revolusi dalam tiga aspek utama: keamanan yang superior, ramah lingkungan, dan peningkatan signifikan dalam kepadatan energi. General Manager Teknologi Energi Baru Anhui Anwa, Gao Lixin, mengungkapkan roadmap ambisius pengembangan teknologi ini:
- Generasi Pertama (2024): Kepadatan energi >280Wh/kg
- Generasi Kedua (2025): Kepadatan energi >400Wh/kg
- Generasi Ketiga (2027): Kepadatan energi mencapai 500Wh/kg
Inovasi Chery tidak berhenti pada teknologi baterai. Proses manufaktur telah disederhanakan dari 11 menjadi 5 langkah, mengeliminasi proses-proses seperti pemanggangan, pemadatan, dan injeksi cairan. Implementasi manufaktur kering untuk elektroda menghasilkan:
- Pengurangan investasi aset tetap 30%
- Penurunan konsumsi energi manufaktur 20%
- Peningkatan efisiensi produksi signifikan
Dengan kapasitas desain 1,25GWh untuk lini produksi pertama, Chery tidak hanya memposisikan diri sebagai pemimpin dalam teknologi baterai, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap evolusi kendaraan listrik global. Pusat penelitian dan pengembangan 5GWh yang terintegrasi menjamin kontinuitas inovasi di masa depan.
Chery telah membuktikan bahwa inovasi teknologi baterai bukan hanya tentang peningkatan performa, tetapi juga efisiensi produksi dan keberlanjutan lingkungan.
Terobosan ini membuka chapter baru dalam evolusi mobilitas listrik global, dengan potensi untuk mengubah fundamental industri otomotif secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi