Suara.com - Sejumlah produsen mobil raksasa terus menyerukan narasi bahwa mereka tidak anti terhadap kendaraan listrik (EV), namun memilih untuk mempertimbangkan "pilihan konsumen" di tengah transisi menuju EV.
Namun narasi ini disebut sebagai strategi defensif untuk menutupi keengganan industri otomotif untuk beralih ke kendaraan listrik.
Seorang jurnalis otomotif, Mack Hogan, bahkan menyebut argumen "pilihan konsumen" ini hanya merupakan dalih dari para pelaku industri otomotif.
Menurutnya, justru para produsen mobil raksasa yang secara aktif membatasi pilihan konsumen di pasar EV. Mereka sengaja menciptakan produk yang kurang menarik, gagal memasarkannya, lalu menyalahkan publik karena tidak membelinya.
Faktanya, pasar mobil bensin menawarkan pilihan yang melimpah. General Motors misalnya, memiliki delapan model SUV berbeda. Namun saat beralih ke EV, pilihan menyusut drastis.
Ford hanya menawarkan dua model EV di seluruh lini produknya. Kondisi ini sangat kontras dengan puluhan model mobil bensin yang mereka tawarkan.
Hogan menyoroti bagaimana produsen mobil besar Amerika terlalu nyaman dengan keuntungan besar dari penjualan truk dan SUV bermesin bensin selama satu dekade terakhir.
Sementara itu pengembangan EV dianggap belum memberikan margin keuntungan yang sama.
“Industri ini telah lama tidak benar-benar mengikuti apa yang dibutuhkan konsumen. Mereka membentuk selera pasar melalui iklan dan pemasaran,” kata Hogan, dikutip dari InsideEVs, Rabu (16 Juli 2025).
Baca Juga: Mobil Xiaomi YU7 Diklaim Canggih dan Aman, Tapi Kok Pakai Prosesor HP?
Ia mencontohkan bagaimana fitur all-wheel drive (AWD) yang dulu hanya dibutuhkan segelintir orang, kini mendominasi pasar berkat promosi gencar yang menjual fantasi, bukan fungsi sesuai kebutuhan.
Kegagalan ini semakin terlihat ketika produk EV yang "setengah matang" dilempar ke pasar tanpa dukungan pemasaran memadai.
Dealer pun lebih bersemangat menjual mobil bensin yang lebih mudah dan menguntungkan. Ketika penjualan lesu, mereka menyalahkan kurangnya minat konsumen.
Padahal kesuksesan Tesla membuktikan sebaliknya. Tesla Model Y berhasil menjadi mobil terlaris di dunia pada 2023, sementara penjualan mobil bensin global justru terus menurun sejak puncaknya pada 2017. Ini menunjukkan jika produk EV dirancang dengan baik dan relevan, konsumen akan membelinya.
Narasi "pilihan konsumen" pada akhirnya dianggap sebagai upaya lari dari tanggung jawab lingkungan.
“Ini bukan soal kebebasan membeli V8, tapi soal kebebasan anak-anak untuk bernapas tanpa menderita asma karena emisi gas buang,” pungkas Hogan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Harga Motor Matic Maret 2026, Ada Honda, Suzuki, hingga Yamaha Fazzio Hybrid Special Edition
-
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Genjot Konversi Motor Listrik
-
Bawa Pulang Mobil Mudik Plus Peluang Umrah Gratis? Adira Expo Berkah Ramadan Yogyakarta Solusinya
-
Daftar Harga Rental Mobil Lepas Kunci di TRAC Yogyakarta untuk Lebaran, Mulai Rp500 Ribuan Per Hari
-
4 Cara Cek Nomor Kendaraan Mobil dan Motor Secara Resmi Terbaru 2026
-
5 Motor Matic 150cc Jawab Kebutuhan Mudik Lebaran 2026, Perjalanan Lelah Jadi Mewah
-
Enaknya Warga Jabar, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Bawa BPKB
-
Adu Irit Suzuki Fronx vs Daihatsu Rocky, Persiapan Buat Lebaran 2026
-
Tembus Miliaran Rupiah, Segini Harga 5 Mobil Sitaan OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
Pajak Kendaraan Turun Drastis Khusus Kendaraan Ini di 2026, Diskon Gede-gedean