Suara.com - Di tengah kabar kenaikan harga bahan bakar di Indonesia pada bulan Juni lalu, Malaysia justru mengambil langkah berbeda.
Pemerintah Negeri Jiran secara resmi menurunkan harga bensin RON95 menjadi RM1.99 per liter, atau sekitar Rp7.660 jika dikonversi dengan kurs saat ini (1 Ringgit Malaysia = Rp3.849,88).
Langkah ini menjadi bagian dari program rasionalisasi subsidi bahan bakar yang tengah digodok oleh pemerintah Malaysia, menurut laporan Autobuzz Malaysia.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang menegaskan bahwa skema subsidi baru ini akan menguntungkan sekitar 18 juta warga Malaysia, terutama kalangan muda dan pekerja sektor informal seperti driver ojek online dan kurir.
Meski mekanisme detailnya baru akan diumumkan akhir September 2025, harga baru ini sudah mulai diberlakukan sebagai bagian dari transisi menuju subsidi yang lebih tepat sasaran.
Sebagai perbandingan, harga bensin di Indonesia saat ini masih berada di level yang cukup tinggi. Pertalite, yang merupakan jenis bensin bersubsidi, dijual Rp10.000 per liter.
Sementara untuk harga Pertamax, yang menjadi pilihan utama bagi pengguna mobil pribadi, dibanderol Rp12.500 per liter di SPBU Pertamina.
Bahkan di SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo, harga bensin RON92 hingga RON95 berkisar antara Rp12.600 hingga Rp13.300 per liter.
Artinya, harga bensin RON95 di Malaysia saat ini lebih murah sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter dibandingkan dengan harga bensin setara di Indonesia.
Baca Juga: Gurita Korupsi Mafia Migas Terbongkar, Gara-gara Riza Chalid Negara Diduga Rugi Ratusan Triliun
Padahal, RON95 adalah jenis bensin dengan kualitas tinggi yang biasa digunakan oleh kendaraan modern. Ini tentu menjadi sorotan menarik, terutama bagi masyarakat Indonesia yang merasa beban pengeluaran bahan bakar makin berat.
Namun, perlu dicatat bahwa harga RM1.99 per liter di Malaysia hanya berlaku bagi warga yang memenuhi kriteria subsidi.
Pemerintah Malaysia juga akan menerapkan sistem baru bernama “T15”, yang akan mengecualikan 15% kelompok berpenghasilan tertinggi dari subsidi bahan bakar.
Mereka, bersama dengan warga asing dan kalangan ultra kaya, akan dikenakan harga pasar yang saat ini berada di kisaran RM2.62 per liter, atau sekitar Rp10.080, yang tak jauh beda dari harga Pertalite di Indonesia.
Langkah Malaysia ini merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran. Pemerintah setempat mencatat bahwa subsidi RON95 telah menghabiskan hampir RM20 miliar per tahun selama 2023 dan 2024.
Dengan pendekatan subsidi yang lebih terarah, mereka berharap bisa mengurangi pemborosan dan mengalokasikan dana ke sektor lain yang lebih membutuhkan.
Berita Terkait
-
Gurita Korupsi Mafia Migas Terbongkar, Gara-gara Riza Chalid Negara Diduga Rugi Ratusan Triliun
-
Terbongkar! Yusri Usman Sebut ISC Jadi Otak di Balik Operasi Tangan Petral dalam Skandal Mafia Migas
-
Daftar 9 Kasus yang Disebut Said Didu Mengarah ke Jokowi: dari Ijazah Palsu hingga Korupsi Pertamina
-
Pertamina UMK Academy Fokus Pembinaan Tepat Sasaran untuk UMKM Berdaya Saing Global
-
Dari Layar Kaca ke Pertamina Dan Rangkap Jabatan : Kekayaan Tina Talisa Melonjak Drastis
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Polytron Hadirkan Subsidi Hingga Rp7 Juta dan Charger Portable di IIMS 2026
-
Mobil Jetour T2 Buatan Mana? Habis Dilalap Api usai Senggolan dengan BMW di Tol Jagorawi
-
4 Penyebab Oli Motor Bocor dan Cara Mengatasinya Sebelum Mesin Rusak
-
Daihatsu Umumkan Ratusan Pemenang DAIFEST 2025 di IIMS 2026"
-
Tekiro Bawa Peralatan Otomotif Terbaru ke IIMS 2026, Ngebengkel di Rumah Jadi Lebih Mudah
-
3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung Jasa Raharja, Apakah Tabrakan Tunggal Termasuk?
-
6 Harga Baterai Mobil Listrik 2026: Mulai Rp100 Juta, Mana Paling Worth It untuk Kamu?
-
Lebih Murah dari Brio Bekas tapi Performa Beringas, Ini 5 Mobil Bekas Double Cabin Bertampang Lugas
-
4 Pilihan Mobil Bekas Suzuki Tahun Muda Seharga Motor Kawasaki, Pas untuk Keluarga