- Penyebab umum mesin motor brebet yang sering diabaikan.
- Benarkah Pertalite jadi biang kerok utama motor brebet?
- Langkah praktis dan mudah mengatasi motor yang tersendat.
Suara.com - Lagi asyik riding, tiba-tiba motor terasa "ndut-ndutan" atau brebet parah saat tuas gas diputar?
Pengalaman ini jelas bikin jengkel dan bisa berbahaya di tengah kepadatan lalu lintas.
Tak sedikit yang langsung menuding kualitas bahan bakar, terutama Pertalite, sebagai satu-satunya tersangka.
Namun penyebabnya seringkali lebih kompleks dari sekadar salah pilih bensin.
Apa Itu Brebet? Kenali Dulu Gejalanya
Brebet adalah istilah populer di kalangan bikers untuk menggambarkan kondisi mesin yang tenaganya tersendat atau tidak stabil.
Rasanya seperti mesin mau mati, terutama saat akselerasi dari putaran rendah ke menengah.
Gejala ini menandakan ada masalah dalam proses pembakaran di ruang mesin, di mana campuran udara dan bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna.
Pertalite Selalu Jadi Kambing Hitam, Benarkah?
Baca Juga: Harga Motor Yamaha November 2025: Dari NMAX Turbo hingga Grand Filano
Isu kualitas Pertalite memang sering jadi perbincangan hangat di kalangan komunitas motor.
Bahan bakar dengan oktan lebih rendah atau yang terkontaminasi air memang bisa memengaruhi pembakaran.
Namun, menyalahkan Pertalite sepenuhnya adalah langkah yang terlalu dini dan seringkali keliru.
Motor modern didesain untuk bisa beradaptasi dengan berbagai jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.
Sebelum menunjuk bensin sebagai pelaku utama, ada baiknya kita periksa dulu beberapa "tersangka" lain yang justru lebih sering jadi penyebabnya.
5 Biang Kerok Utama Motor Brebet yang Wajib Kamu Cek
Berikut adalah lima komponen yang paling sering menjadi sumber masalah brebet pada sepeda motor dilansir dari berbagai sumber.
1. Busi
Ini adalah tersangka nomor satu yang paling mudah dan murah untuk diperiksa. Busi yang sudah aus, kotor oleh kerak karbon, atau memiliki celah yang tidak pas akan menghasilkan percikan api yang lemah. Hasilnya? Pembakaran tidak sempurna dan mesin pun brebet.
2. Filter Udara
Mesin butuh "napas" untuk membakar bensin, dan napas itu adalah udara bersih.
Jika filter udara kotor dan tersumbat debu, pasokan udara ke ruang bakar akan terhambat.
Campuran bahan bakar menjadi terlalu "kaya" (kebanyakan bensin), yang akhirnya menyebabkan brebet dan asap knalpot lebih hitam.
3. Saluran Bahan Bakar & Injektor
Untuk motor injeksi, kebersihan injektor adalah segalanya. Seiring waktu, endapan kotoran dari bahan bakar bisa menyumbat lubang-lubang kecil pada injektor. Semprotan bensin jadi tidak lancar dan tidak berbentuk kabut sempurna, inilah yang membuat tarikan motor terasa tersendat.
4. Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump) Melemah
Fungsi komponen ini adalah memompa bensin dari tangki ke injektor dengan tekanan ideal. Jika fuel pump mulai lemah, tekanannya akan menurun. Akibatnya, suplai bensin menjadi tidak konsisten, terutama saat motor butuh tenaga lebih untuk berakselerasi.
5. Komponen Kelistrikan Lainnya
Masalah brebet juga bisa datang dari area kelistrikan yang lebih rumit. Koil yang mulai lemah, kabel busi yang bocor, hingga sensor-sensor pada sistem injeksi (seperti Throttle Position Sensor/TPS) yang error bisa mengirim sinyal yang salah ke ECU dan mengacaukan pembakaran.
Langkah Cerdas Saat Motor Mulai Brebet
Jadi, apa yang harus kamu lakukan jika motor kesayanganmu mulai menunjukkan gejala brebet?
Jangan panik dan langsung ganti SPBU.
Mulailah dari pemeriksaan paling dasar: cek kondisi busi dan kebersihan filter udara.
Jika kedua komponen itu aman namun brebet masih terasa, saatnya membawa motormu ke bengkel terpercaya.
Biarkan mekanik profesional memeriksa tekanan fuel pump dan membersihkan injektor menggunakan alat khusus.
Merawat motor secara rutin adalah kunci utama untuk menghindari masalah seperti ini, jadi jangan pernah sepelekan jadwal servis berkala ya, Bro
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif